Sulsel  

Pengamat : Andi Sudirman Pantas Dinobatkan Bapak Pembangunan Sulsel

NusantaraInsight, Makassar – Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Rizal Pauzi mengakui Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman pantas dinobatkan sebagai bapak pembangunan Sulsel. Pengakuan ini mengamini pernyataan Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi NasDem, Mizar Roem.

“Apa yang dikatakan Fraksi NasDem bahwa Andi Sudirman dijuluki Bapak Pembangunan, tentu ada benarnya,” ucap Rizal kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

 

Menurut Rizal, kondisi infrastruktur jalan provinsi di Sulawesi Selatan telah menjadi isu yang terus dibahas dalam berbagai forum, termasuk pembahasan di DPRD Sulsel sejak beberapa tahun terakhir. Persoalan ini akhirnya dijawab melalui Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027

“Saya melihat Gubernur (Andi Sudirman Sulaiman) memiliki keberanian mengambil kebijakan dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, karena memang itu yang paling dibutuhkan masyarakat,” ucap Rizal.

 

Program MYP dilaunching Pemprov Sulsel pada Oktober 2025 lalu. Total anggaran mencapai Rp 3,7 triliun yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Provinsi Sulsel. Program ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan irigasi, dan pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.

BACA JUGA:  Mantan Pj Sekda Sulsel Andi Muhammad Arsjad Mundur dari Jabatan Kadis Ketapang

 

Mayoritas anggaran terserap pada pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel. Total panjang perbaikan dan pengaspalan mencapai 1.400 km jalan yang terbagi ke dalam sekitar 100 ruas di berbagai wilayah dengan anggaran Rp 2,5 triliun.

 

Program MYP juga mengakomodir pembangunan irigasi Rp 780 miliar yang melayani 54.000 hektare sawah, dan pembangunan Rumah Sakit Regional Selatan (Gowa) dan Utara (Luwu) senilai kurang lebih Rp 485 miliar. Pembangunan infrastruktur tersebut tengah berprogres dan ditargetkan rampung pada tahun depan.

 

Rizal mengapresiasi strategi pembangunan yang diterapkan Andi Sudirman melalui skema multiyears. Cara ini dianggap langkah cerdas mengingat skema tersebut memungkinkan pekerjaan diselesaikan secara menyeluruh sehingga hasil pembangunan dapat bertahan lebih lama.

 

“Kalau sebelumnya pekerjaan sering dilakukan bertahap, belum selesai seluruhnya sudah ada bagian yang kembali mengalami kerusakan. Melalui MYP, pembangunan diarahkan agar bisa dituntaskan,” paparnya.

 

Dia mencontohkan penanganan sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Hertasning, sebagai bagian dari upaya penyelesaian infrastruktur secara komprehensif. Menurut Rizal, keberhasilan pembangunan infrastruktur akan memberikan dampak lanjutan terhadap berbagai sektor, mulai dari peningkatan mobilitas masyarakat hingga pertumbuhan investasi dan sektor pariwisata.

brbr
brbr
br