Pangkep, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja berupa penyerahan Peta Pemetaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Pemerintah Kelurahan Segeri pada Selasa, 3 Agustus 2026 di Kantor Kelurahan Segeri, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Program kerja yang dipimpin oleh Alya Salsabila Syam dari Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini bertujuan menyediakan data spasial yang akurat sebagai dasar dalam mendukung perencanaan program perbaikan hunian bagi masyarakat.
Penyusunan peta diawali dengan kegiatan survei dan observasi lapangan yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu. Dalam proses tersebut, mahasiswa melakukan pendataan secara langsung terhadap kondisi rumah-rumah di enam Rukun Warga (RW) di Kelurahan Segeri. Selain memanfaatkan data yang tersedia dari pihak kelurahan, tim juga melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian kondisi bangunan dengan kriteria Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 29 unit rumah yang dikategorikan sebagai Rumah Tidak Layak Huni. Penentuan kategori tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07/PRT/M/2018 dengan mempertimbangkan aspek keselamatan bangunan, kesehatan lingkungan hunian, serta kecukupan luas tempat tinggal. Seluruh data kemudian diolah dan divisualisasikan dalam bentuk peta yang dilengkapi dengan informasi persebaran lokasi serta rekapitulasi data pada setiap wilayah.
Kegiatan penyerahan peta dihadiri oleh jajaran staf Kelurahan Segeri serta mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin. Pemerintah kelurahan menyambut baik program tersebut karena dinilai dapat menjadi sumber informasi yang membantu dalam mengidentifikasi lokasi prioritas penerima bantuan perbaikan rumah. Keberadaan peta ini diharapkan dapat mendukung penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Alya Salsabila Syam selaku penanggung jawab program kerja menyampaikan bahwa penyusunan peta RTLH merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berbasis data di tingkat kelurahan. “Kami berharap Peta Pemetaan Rumah Tidak Layak Huni ini dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kelurahan Segeri dalam menentukan prioritas perbaikan hunian secara lebih tepat sasaran. Selain itu, buku saku yang telah disusun diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah kelurahan untuk melakukan pendataan secara mandiri pada masa mendatang,” ujarnya.


br
br
br






br
br






br