News  

Dr. Basri Buka Mubes XXIX Kerukunan Mahasiswa Pinrang UNM: Perkuat Regenerasi Kepemimpinan 

Gowa, NusantaraInsight – Kerukunan Mahasiswa Pinrang Universitas Negeri Makassar (KMP UNM) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) XXIX periode 2025–2026 di Villa Bulutana, Malino, Kabupaten Gowa, pada 25–27 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan dalam Meneguhkan Nilai Kelembagaan yang Berintegritas”.

Mubes XXIX menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, menetapkan arah kebijakan baru, dan melakukan suksesi kepemimpinan. Dalam konteks itu, tema yang diangkat menekankan pentingnya proses regenerasi yang tidak hanya mengganti struktur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam tata kelola organisasi mahasiswa.

Pembina KMP UNM, Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd yang membuka acara menyatakan bahwa momen Mubes ini diharapkan menjadi titik tolak bagi lahirnya kepemimpinan baru yang lebih matang secara pemikiran, watak, dan kompetensi. Menurutnya, integritas kelembagaan hanya dapat teguh jika dibangun di atas kaderisasi yang berkelanjutan dan internalisasi nilai organisasi secara konsisten.

“Regenerasi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan proses pewarisan nilai, cara berpikir, dan strategi pergerakan yang tetap berpijak pada tujuan dasar organisasi,” ujarnya dalam sesi wawancara, Jumat (25/9).

BACA JUGA:  Munafri Dampingi Menhub RI, Saat Peluncuran Pesawat Amfibi di Makassar

Selama tiga hari, peserta Mubes mengikuti rangkaian agenda berupa laporan pertanggungjawaban pengurus lama, pembahasan AD/ART, perumusan program kerja, serta pemilihan pengurus baru periode 2025–2026. Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi terpimpin tentang tantangan organisasi mahasiswa di era digital, penguatan kode etik, dan strategi menjaga marwah kelembagaan di tengah dinamika kampus.

Melalui Mubes XXIX, KMP UNM menargetkan terbentuknya kepengurusan yang tidak hanya mampu menjalankan program, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga integritas, transparansi, dan tanggung jawab organisasi. Harapannya, estafet kepemimpinan ini menjadi tonggak kemajuan bagi KMP UNM dalam memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa Pinrang di UNM dan masyarakat luas.

“Mubes XXIX ini bukan sekadar ritual pergantian pengurus, tapi momentum strategis untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar organisasi. Regenerasi kepemimpinan harus dimaknai sebagai proses kaderisasi yang berjenjang, di mana ada transfer pengetahuan, pewarisan nilai, dan pembangunan kapasitas kepemimpinan secara berkelanjutan.”

Pembina KMP UNM menyebutkan: “Integritas kelembagaan tidak bisa dibangun hanya dengan slogan. Ia butuh praktik nyata: transparansi keuangan, akuntabilitas program, dan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan berdasarkan prinsip, bukan kepentingan sesaat. Saya berharap pengurus baru menjadikan integritas sebagai fondasi setiap langkah mereka.”