Monev Pengendalian Program Bangga Kencana: Langkah Pasti Tingkatkan Pelayanan Keluarga

Makassar, NusantaraInsight — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengendalian Program Bangga Kencana sebagai upaya memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, efektif, dan tepat sasaran.

Kegiatan ini digelar hari ini, Senin (27/7/2026), dengan melibatkan perangkat daerah terkait, tenaga teknis lapangan, serta mitra program.

br

Kepala Dinas, Drs. A. Irwan Bangsawan, menyatakan bahwa monev menjadi instrumen penting untuk meninjau capaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan merumuskan langkah strategis peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Melalui evaluasi yang berkelanjutan dan sinergi antar pemangku kepentingan, kami berharap Program Bangga Kencana dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga di wilayah kita,” ujar Drs. A. Irwan Bangsawan.

Dalam kegiatan tersebut, tim evaluasi memaparkan data capaian indikator program, termasuk cakupan layanan KB, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi, serta kegiatan pemberdayaan keluarga. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa capaian positif, seperti peningkatan kunjungan layanan KB dan partisipasi masyarakat dalam penyuluhan kewilayahan. Namun tim juga mencatat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses layanan di wilayah terpencil, kendala ketersediaan alat kontrasepsi tertentu, dan kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga penyuluh di tingkat desa.

BACA JUGA:  DPPKB Makassar Perkuat Implementasi Bangga Kencana

Menanggapi temuan itu, Drs. A. Irwan Bangsawan menegaskan komitmen untuk mempercepat penyusunan langkah-langkah korektif, termasuk penguatan distribusi logistik alat kontrasepsi, peningkatan pelatihan bagi penyuluh, serta optimalisasi kolaborasi dengan puskesmas dan unsur pemerintahan kecamatan. “Kami akan menyusun rencana tindak lanjut yang terukur dan waktu pelaksanaan yang jelas, agar setiap keluarga dapat mengakses layanan berkualitas,” tambahnya.

Kegiatan monev juga menjadi wadah dialog antara pelaksana program dan masyarakat. Beberapa peserta forum menyampaikan aspirasi terkait jadwal layanan yang lebih fleksibel, sosialisasi yang mengakomodasi kearifan lokal, serta perlunya layanan jemput bola untuk keluarga di wilayah terisolasi. Usulan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dalam perencanaan program berikutnya.

Para pejabat terkait menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Tim monev merekomendasikan penguatan sistem informasi program dan pelaporan berkala, sehingga pemantauan capaian dapat dilakukan real-time dan respons kebijakan bisa lebih cepat.

brbr
brbr
br