Mahasiswa KKNT 116 di Bontomate’ne Edukasi Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Bahan Baku Briket

Pangkep, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin yang bertugas di Kelurahan Bontomate’ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Bahan Baku Briket Ramah Lingkungan”.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at, 24 Juli 2026 di rumah Kepala RW 03 Kelurahan Bontomate’ne dan dihadiri oleh beberapa warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian edukasi.

br

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna sekaligus ramah lingkungan.

Program kerja ini dilaksanakan dengan melihat potensi sekam padi yang cukup melimpah di wilayah Kelurahan Bontomate’ne.

Selama ini, sekam padi umumnya hanya menjadi limbah yang dibuang atau dibakar setelah proses penggilingan padi. Padahal, sekam padi dapat diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai tambah.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Perkenalkan Biopori sebagai Media Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian briket, manfaat penggunaan briket sebagai bahan bakar alternatif, serta kelebihan sekam padi sebagai bahan baku utama.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan briket mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pembakaran sekam menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan perekat, pencetakan briket, hingga proses pengeringan. Selama kegiatan berlangsung, warga tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung setiap tahapan sehingga mereka memperoleh pengalaman praktis.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara mahasiswa dan warga. Beberapa warga mengajukan pertanyaan mengenai proses pembuatan, jenis perekat yang digunakan, serta ketahanan briket ketika digunakan sebagai bahan bakar.

Antusiasme warga menunjukkan adanya ketertarikan untuk memanfaatkan sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Warga juga menilai bahwa proses pembuatan briket cukup sederhana, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, dan berpotensi diterapkan secara mandiri di lingkungan sekitar.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Bontomate’ne semakin memahami pentingnya mengolah limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

brbr
brbr
br