Takalar, NusantaraInsight — Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin membawa semangat baru dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di Desa Bontomanai melalui inisiatif progresif. Program ini dirancang khusus oleh para mahasiswa yang bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang berliterasi.
Seminar program kerja yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, di Kantor Desa Bontomanai menjadi momen penting peresmian program kerja ini. Acara tersebut menjadi ruang komunikasi strategis yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bontomanai Muhammad Aris, S.Sos., Ketua BPD, Dosen Pendamping Kegiatan Andi Tenri Bali Baso, S.S., M.Hum., serta jajaran kepala sekolah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat desa.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dari Unhas. Kami siap mendukung penuh instrumen program kerja literasi yang akan dijalankan demi kemajuan desa kita,” ujar Kepala Desa Bontomanai dalam sambutannya.
Dilanjutkan pula sambutan dari Dosen Pendamping Kegiatan Andi Tenri Bali Baso, S.S., M,Hum., “Kabupaten Takalar dipilih sebagai sasaran KKN Literasi karena merupakan permintaan dari pemerintah Takalar dan Desa untuk meningkatkan indeks kegemaran Membaca. Pelaksanaan KKN dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 40 hari. Mahasiswa kami harap mengerjakan program kerja Literasi yang telah disusun. Kami harap mahasiswa dapat berperan aktif dalam kegiatan literasi dan membangun kerjasama dengan masyarakat desa selama berkegiatan di desa ini”
PLT Kepala Satuan Pendidikan UPT SDN 112 INPRES Bontomanai, mengemukakan saran untuk menghidupkan kembali perpustakaan yg ada di UPT SDN 112 INPRES Bontomanai, termasuk bagaimana cara melabeli buku membantu pendampingan siswa kelas 1-3 belum lancar dalam pelaksanaan program kerja. dan membuat sudut baca. Mengenai hal ini diberikan solusi salah satunya melalui pembelajaran menggunakan aplikasi IPUSNAS sebagai sarana untuk membantu kegiatan literasi di sekolah agar lebih menarik dan interaktif untuk anak-anak.
Program Literasi ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam membangun lingkungan bacaan yang aktif dan inklusif. Dalam praktiknya, mahasiswa bekerja sama erat dengan tokoh masyarakat dan pengelola TBM lokal untuk menata ruang baca yang nyaman, melaksanakan kegiatan membaca nyaring (read aloud), pendampingan ulasan buku, serta pengembangan proyek kreatif berbasis bacaan bagi anak-anak. Melalui pendekatan yang mengoptimalkan pengelolaan perpustakaan desa, mahasiswa memiliki harapan besar agar perpustakaan dapat kembali aktif menjadi pusat akses informasi serta ruang kreasi yang dinamis.


br
br
br






br
br






br