News  

Dahlan Abubakar: Mohon Pengemudi Taksi Bandara Bima ‘Ditatar’ Santun

Bima, NusantaraInsight –. Wartawan senior dan Tokoh Pers Nasiomal asal Sulawesi Selatan, M.Dahlan Abubakar mendapat perlakuan kurang enak dari para pengemudi taksi Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Kamis (18/6/2026) petang.

Pasalnya, insiden ini terjadi ketika adiknya di Kota Bima menjemput di halaman bandara. Para pengemudi taksi itu mengetahui kalau sang adik sering mengantar calon penumpang sebagai pengemudi grab. Namun, tidak pernah menjemput penumpang menggunakan aplikasi grab karena yang dijemput adalah keluarga sendiri. Bahkan, aplikasinya dia matikan karena akan menjemput kakak atau keluarga sendiri.

Meskipun diberi tahu bahwa yang dijemput itu adalah kakaknya sendiri, pengemudi itu tetap ngotot. Mereka bergeming dan tetap menahan mobil yang hendak ditumpangi Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel ini hendak bergerak.

Yang tidak etis, mereka berlagak arogan. Meminta identitas adik dan kakaknya. Padahal, memperlihatkan identitas pribadi kepada yang tidak berhak dan berkepentingan merupakan pelanggaran hukum. Lantaran tidak ingin ribut, KTP pun diperlihatkan.

“Loh.. ini namanya berbeda. Alamatnya juga berbeda,” kata salah seorang pengemudi yang berkulit gelap.

BACA JUGA:  Bara JP Sambangi Jokowi di Kediamannya

Adiknya pun menyebutkan, namanya yang tertera di KTP tanpa nama orang tua, sedangkan kakak menggunakan nama orang tua.

“Alamatnya jelas berbeda. Saya tinggal di Makassar, adik tinggal di Bima,” Dahlan berusaja menjelaskan.

Karena mereka tetap bertahan, Dahlan pun memperlihatkan kartu wartawan utama, meskipun mereka bukan pihak yang pantas diperlihatkan.

“Saya berharap dengan melihat kartu itu akan melepas,” kata Dahlan kepada media ini.

“Wah..ini bagus jadi bahan berita,” sambung wartawan senior Sulawesi Selatan ini.

“Silakan diberitakan,” jawabnya arogan dan bodoh.

Begitu mendengar tantangan pengemudi taksi itu, Dahlan merasa kasihan juga. Pasalnya, kalau insiden ini viral di media, kemudian ditingkahi terjangan media sosial, jelas akan berdampak buruk bagi eksistensi mereka di bandara tersebut.

“Namun sebagai proses pembelajaran, biar tidak arogan lagi ada baiknya,” kata Dahlan yang sudah menyebarkan informasi perlakuan kurang nyaman ini pada sejumlah akun whatsapp Bima.

Jumat pagi, Dahlan ditelepon oleh salah seorang keluarga yang bertugas di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima yang menyayangkan kejadian ini.

BACA JUGA:  Dr. Ibrahim H. Ahmad Pimpin KMBS

“Mengapa Paman tidak menelepon saya,” katanya.

“Saya kira masih bertugas di Labuan Bajo,” jawab Dahlan.

Salah seorang pengguna media sosial menyayangkan kejadian tersebut dan meminta pihak Koperasi Taksi Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima untuk membuat regulasi mengenai operasional angkutan ini.