“Saya sudah sering dijemput adik jika pulang ke Bima, baik menggunakan pesawat atau pun kapal laut. Tidak ada masalah,” kata Dahlan yang mengharapkan agar pihak Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima memantau tingkah laku para pengemudi taksi itu jika sedang berkomunikasi dengan para penumpang yang tiba di bandara itu.
“Ulah para sopir taksi tersebut bisa merusak citra Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima di mata para pendatang yang hendak menggunakan taksi bandara,” kuncinya. (*).












