Kick Off Road to HARGANAS ke-33 Sulsel Dihelat, Angkat Tema “Ayah Wajib Hadir”

Makassar, NusantaraInsight — Dinas Pengendalian Penduduk  dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Makassar resmi membuka kegiatan Kick Off Road to Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 tingkat provinsi, Rabu (17/6). Kegiatan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Kepala DPPKB Makassar, Drs. Andi Irwan Bangsawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran ayah tidak lagi sebatas pencari nafkah, tetapi juga harus aktif dalam pendidikan, perlindungan, dan kesejahteraan emosional anak. “Keterlibatan ayah sejak dini berdampak signifikan terhadap perkembangan kognitif dan sosial anak. Melalui tema ‘Ayah Wajib Hadir’, kita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga,” kata .

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan DP3A Provinsi Sulsel, perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta ratusan pasangan keluarga dari berbagai kabupaten/kota. Rangkaian acara meliputi seminar publik tentang peran ayah, workshop keterampilan pengasuhan, konseling keluarga, serta kegiatan simulasi peran ayah dalam pengasuhan anak.

BACA JUGA:  Kepala DP3A Makassar Terima Konsultasi DPRD Jeneponto Terkait Regulasi Pernikahan Anak Usia Dini

Narasumber dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasanuddin, menjelaskan bukti ilmiah mengenai manfaat keterlibatan ayah: anak yang mendapat perhatian ayah memiliki hasil belajar lebih baik, keterampilan sosial yang lebih matang, dan risiko perilaku menyimpang yang lebih rendah. “Interaksi positif ayah-anak meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan regulasi emosi anak,” ujarnya

Panitia penyelenggara juga mengumumkan beberapa program unggulan yang akan diluncurkan bersamaan dengan Road to HARGANAS, antara lain pelatihan ayah siaga (pelatihan keterampilan pengasuhan bagi pria), layanan konseling keluarga terpadu, serta kampanye media sosial untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keterlibatan ayah.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKB Makassar menambahkan bahwa target kegiatan ini bukan hanya sosialisasi, tetapi juga implementasi dengan indikator terukur, seperti peningkatan partisipasi ayah pada kegiatan pengasuhan di rumah, penurunan angka kekerasan dalam rumah tangga, serta peningkatan angka kunjungan imunisasi anak. “Kami akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memasukkan indikator keterlibatan ayah dalam program pembinaan keluarga,” jelasnya.

Sebagai penutup acara, diselenggarakan deklarasi komitmen “Ayah Wajib Hadir” yang ditandatangani oleh perwakilan pemerintah provinsi, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat. Deklarasi ini memuat serangkaian langkah konkret, termasuk pendidikan pengasuhan di fasilitas kesehatan, kegiatan kelompok ayah di tingkat kelurahan, serta dukungan kebijakan fleksibilitas kerja untuk mendukung kehadiran ayah.