News  

Dampingi Wali Kota, Kadis PU Makassar Tinjau Progres Pembenahan TPA Antang

Makassar, NusantaraInsight — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mendampingi Wali Kota Munafri Arifuddin meninjau pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan langkah Pemkot untuk memenuhi regulasi nasional yang mewajibkan penghentian sistem open dumping dan beralih ke sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Dalam kegiatan lapangan, Zuhaelsi hadir sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan penimbunan dan pengurukan area TPA.

Zuhaelsi, yang diangkat sebagai Kepala DPU Kota Makassar pada tahun 2024, memiliki latar belakang teknik sipil dan pengalaman puluhan tahun dalam proyek infrastruktur kota. Sebagai Kadis PU, ia memimpin tim teknis pelaksana pekerjaan penimbunan (cover soil), perataan, serta pemadatan menggunakan alat berat untuk mengubah area penumpukan sampah terbuka menjadi lapisan tertutup sesuai standar sanitary landfill. Menurut Zuhaelsi, prioritas timnya adalah memastikan material timbunan merata, drainase berjalan baik, serta menutup titik-titik rawan untuk mencegah pencemaran air lindi.

“Tim kami fokus pada teknik penimbunan dan penguatan struktur lahan agar proses penutupan area berlangsung aman dan sesuai kaidah,” kata Zuhaelsi saat meninjau lokasi.

BACA JUGA:  Ini Pesan Wamendagri di Indonesia Youth Summit 2025

Wali Kota Munafri menegaskan, sistem open dumping yang selama ini diterapkan tidak lagi diperbolehkan. “Makanya dengan kesempatan waktu yang diberikan, kita memastikan bahwa TPA ini harus menjadi sanitary landfill,” ujarnya saat meninjau progres pembenahan dan penimbunan di kawasan TPA Antang.

Munafri menjelaskan sanitary landfill dilakukan dengan menimbun sampah secara bertahap pada area tertentu, meratakan dan memadatkannya menggunakan alat berat sebelum ditutup dengan lapisan tanah (cover soil). Sistem ini bertujuan mengisolasi sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, mencegah bau menyengat, serta menekan risiko pencemaran air lindi.

“Sanitary landfill ini membutuhkan cover soil sehingga seluruh area TPA tertutup dengan material timbunan,” tambah Munafri. Ia menuturkan setelah area tertutup, bukaan-bukaan nantinya bukan lagi untuk sampah rumah tangga yang bercampur, tetapi diisi oleh residu yang sudah melalui proses pemilahan.

Munafri menekankan transformasi pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber, yakni rumah tangga dan lingkungan permukiman. Pemkot Makassar tengah membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi melalui penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), tempat penampungan sementara, serta fasilitas pendukung di tingkat wilayah.

BACA JUGA:  Zuhaelsi Zubir Hadiri Pelantikan 27 Pejabat Administrasi, 5 di Dinas PU Makassar

“Akan banyak proses yang dilakukan di wilayah Kelurahan dan Kecamatan, khususnya TPS 3R dan TPS sementara. Ini yang harus cepat dijalankan,” ujar Munafri.

Pemkot telah mengumpulkan seluruh camat dan lurah untuk memastikan pengelolaan sampah berbasis wilayah berjalan serentak. Munafri menyebut progres pembenahan TPA Antang menuju sanitary landfill saat ini telah mencapai lebih dari 40 persen, dengan penimbunan yang terus dilakukan setiap hari menggunakan material cover soil pada area-area yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah terbuka.

“Sudah menuju di atas 40 persen penimbunannya. Area yang lebih curam sementara masih menjadi lokasi penampungan sampah yang dibawa truk pengangkut,” jelasnya. Ia menambahkan area tersebut perlahan akan berkurang karena intervensi pemerintah untuk memastikan proses pemilahan berjalan.

Zuhaelsi menambahkan bahwa pengerjaan meliputi pengiriman material timbunan secara terjadwal, pengoperasian alat berat untuk perataan dan pemadatan, serta pemantauan stabilitas lereng untuk mencegah longsor. Ia juga menyebut koordinasi lintas OPD dan pengawasan lapangan penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan teknis.