Haeruddin Makkasau : Keamanan Kampus yang Baik Adalah Mampu Mencegah Sebelum Masalah Terjadi

Makassar, NusantaraInsight — Kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan kampus menjadi perhatian serius di lingkungan Unismuh Makassar. Kebersihan kampus tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga kampus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K4) Unismuh Makassar, Haeruddin Makkasau, S.Pd, saat diwawancarai mahasiswa Bilingual Class Program Studi Ilmu Komunikasi, di ruang kerjanya, Selasa 2 Juni 2026.

Ia berharap mahasiswa memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta mendukung berbagai program kebersihan yang telah dijalankan pihak kampus.

“Kampus yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Karena itu, partisipasi aktif mahasiswa sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Namun demikian, Haeruddin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait kesadaran sebagian mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus.

Karena itu, pihak kampus terus melakukan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan agar budaya hidup bersih dapat menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan akademik sehari-hari.

Selain aspek kebersihan, Haeruddin juga menyoroti pentingnya kerja sama antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, tertib, dan nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar.

BACA JUGA:  Disdik-BKD Sulsel Bahas Sosialisasi Seleksi CASN

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan kebijakan pembatasan aktivitas malam atau jam malam yang telah diterapkan Unismuh Makassar sejak sekitar enam tahun terakhir.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertib sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

“Sebelum aturan itu diterapkan, aktivitas kampus berlangsung hampir tanpa batas waktu sehingga penggunaan listrik dan fasilitas kampus sulit dikendalikan,” katanya.

Haeruddin menjelaskan, setelah kampus dikosongkan pada jam tertentu, petugas memastikan seluruh lampu, pendingin ruangan (AC), dan berbagai perangkat elektronik lainnya dimatikan.

Langkah tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap penghematan energi dan pengelolaan fasilitas kampus.

Meski pada awal penerapannya sempat menghadapi berbagai kendala, Haeruddin menyebut kebijakan tersebut kini telah menjadi bagian dari budaya kampus berkat konsistensi dan ketegasan dalam pelaksanaannya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan sistem keamanan kampus tidak diukur dari banyaknya tindakan yang dilakukan setelah terjadi masalah, melainkan dari kemampuan melakukan pencegahan sejak dini.

Karena itu, pihak K4 secara rutin melakukan sosialisasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga barang pribadi, menggunakan pengaman tambahan pada kendaraan, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di lingkungan kampus.

BACA JUGA:  Buka Konkerkab I Pinrang, Bupati Dorong PGRI Perjuangkan Hak-hak Guru

“Keamanan yang baik adalah keamanan yang mampu mencegah. Ketika kondisi aman, sering kali orang tidak melihat proses pencegahan yang dilakukan. Padahal di situlah peran utama petugas keamanan,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Haeruddin berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga amanah orang tua dengan belajar sungguh-sungguh serta merawat barang-barang yang dimiliki.

Menurutnya, setiap fasilitas maupun barang yang digunakan mahasiswa merupakan hasil kerja keras orang tua sehingga harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Sekecil apa pun barang yang dimiliki, jagalah dengan baik. Yang paling penting adalah menjaga diri sendiri dan menyelesaikan amanah pendidikan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.