Sebanyak 981 Wisudawan Baru Unhas Ikuti Wisuda Periode Mei 2026

NusantaraInsight, MakassarUniversitas Hasanuddin kembali mencatatkan capaian akademik melalui prosesi wisuda yang diikuti sebanyak 981 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah tersebut terdiri atas 328 laki-laki (33,44%) dan 653 perempuan (66,56%).

Prosesi Wisuda berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (07/05), sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Unhas dalam menjaga produktivitas lulusan dan kualitas pendidikan tinggi.

Momentum wisuda tidak hanya menjadi penanda keberhasilan individual para lulusan, tetapi juga merefleksikan konsistensi institusi dalam memperkuat tata kelola akademik yang adaptif terhadap tantangan pendidikan tinggi. Di tengah tuntutan peningkatan mutu dan daya saing lulusan, Unhas terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan proses pendidikan berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), dalam laporan akademiknya menjelaskan bahwa wisuda merupakan bagian penting dari siklus penguatan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu menjadi salah satu indikator utama efektivitas penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Dukungan Pembelajaran untuk Siswa dengan Keterbatasan Akses di SMAN 2 Enrekang

“Wisuda bukan hanya seremoni akademik, tetapi juga refleksi atas komitmen universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat daya saing lulusan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” jelas Prof. Ruslin.

Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, Unhas semakin mengintensifkan pemantauan penyelesaian studi mahasiswa melalui berbagai pendekatan sistematis. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu sekaligus menurunkan proporsi mahasiswa yang melampaui masa studi standar minimum.

Prof. Ruslin menjelaskan bahwa upaya tersebut berkaitan erat dengan Angka Efisiensi Edukasi (AEE), yang menjadi salah satu indikator kinerja utama dalam skema Diktisaintek Berdampak. Indikator tersebut menilai efektivitas penyelenggaraan pendidikan melalui keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi sesuai rentang waktu ideal.

“Dalam rangka meningkatkan capaian AEE, kami terus memperkuat tata kelola akademik melalui berbagai langkah strategis dan terukur. Upaya percepatan penyelesaian studi dilakukan melalui penguatan monitoring kemajuan akademik, penetapan milestone studi yang jelas, hingga optimalisasi peran dosen pembimbing,” tambah Prof. Ruslin.

Sebagai bagian dari penguatan sistem akademik, Prof Ruslin menyebutkan, Unhas juga menerapkan mekanisme early warning system bagi mahasiswa yang berisiko mengalami keterlambatan studi. Sistem tersebut memungkinkan identifikasi dini terhadap berbagai kendala akademik yang dihadapi mahasiswa sehingga dapat segera dilakukan pendampingan secara lebih intensif.