NusantaraInsight, Makassar — RisetMu bersama Komunitas Nasyatul Aisyah (NA) melakukan pengembangan gel anti nyamuk dan classic enzyme sebagai solusi berkelanjutan, Rabu (11/3/2026) di Universitas Muhammadiyah Parepare.
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun GreenPreneur muda berbasis Ekoenzym, seperti disampaikan melalui keterangan tertulisnya kepada media ini, Kamis (12/3/2026).
Ketua Komunitas NA Andi Uasniar Jufri, S.Pd.,M.Pd menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh program pengabdian Hibah RisetMu yang diketuai oleh Dr Rahmi sangat bermanfaat utamanya dalam menghasilkan keterampilan dan ilmu greenpreneur dan terkhusus bagaimana mencintai bumi dan lingkungan.
Menurutnya, sampah organik yang diolah menjadi Ekonesym akan berimbas tidak adanya lagi sampah organik yang ke tempat pembuangan sampah akhir tetapi dikelola di tingkat rumah tangga.
Selain itu, lanjut Dr Andi Uasniar, Ekoenzym yang terbentuk pasca-fermentasi selama 3 bulan menghasilkan manfaat dar bakteri yang terfermentasi di dalamnya dapat bermanfaat seperti dalam bidang kesehatan ,pembersih lantai.
“Clasic enzym dalam bentuk fruit enzym dapat dibuat produk turunannya menjadi gel anti nyamuk, body lotion ,sabun dan shampo,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Risetmu adalah Program Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bekerja sama dengan LPPM di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se‑Indonesia.
Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan minat, intensifikasi, dan diversifikasi penelitian serta pengabdian di kalangan dosen dan akademisi PTMA terkait dinamika dan inovasi dalam persyarikatan Muhammadiyah.
Program ini berbentuk dana hibah yang disalurkan melalui beberapa skema penelitian dan pengabdian masyarakat, mulai dari dosen pemula hingga skema kerja sama baik nasional maupun internasional.
Dari berbagai sumber yang dihimpun Risetmu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian di PTMA.
Juga bertujuan untuk menghasilkan riset yang relevan dengan isu‑isu keumatan dan kebangsaan dalam konteks Muhammadiyah.
Selain itu, RisetMu memperkuat sinergi antara PTMA, LPPM, dan lembaga penelitian di luar kampus.












