Mahasiswa KKN Unhas Inisiasi Digitalisasi Peta Pola Ruang di Desa Borikamase

NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa penyusunan dan digitalisasi Peta Pola Ruang di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, pada Jumat, (06/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi akademik dalam mendukung perencanaan pembangunan desa yang tertib administrasi dan berbasis data spasial.

Program yang bertajuk “Digitalisasi Peta Pola Ruang Desa Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) sebagai Landasan Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan di Desa Borikamase”.

Ini bertujuan menyediakan informasi visual yang jelas terkait pembagian fungsi lahan. Langkah ini dianggap krusial mengingat Desa Borikamase memiliki karakteristik wilayah pesisir yang unik dengan dominasi penggunaan lahan sebagai kawasan tambak produktif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan survei lapangan untuk memverifikasi batas administrasi dusun serta mendelineasi penggunaan lahan eksisting. Data tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak GIS dengan mengacu pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Maros yang berlaku.

Penyusun program menjelaskan bahwa peta pola ruang berperan vital sebagai instrumen pengendalian pemanfaatan lahan. Ia memaparkan bahwa desa membutuhkan batas zonasi yang tegas antara area produksi perikanan, kawasan permukiman, dan kawasan lindung sempadan sungai untuk mencegah potensi konflik pemanfaatan ruang.

BACA JUGA:  LPM Penalaran UNM Gelar Talkshow dan Technical Meeting I PMP-OMK ke XXVII

“Peta ini diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengambil keputusan strategis, seperti penempatan infrastruktur jalan tani atau jaringan irigasi, agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan zona lindung maupun permukiman warga,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Desa Borikamase. Peta yang dihasilkan, beserta Buku Saku Pola Ruang, diserahkan sebagai inventaris desa yang dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Hasanuddin menunjukkan peran aktif dalam mentransfer teknologi pemetaan untuk menjawab tantangan tata ruang di tingkat desa, guna mewujudkan lingkungan hunian dan usaha yang produktif serta berkelanjutan.