Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

NusantaraInsight, Pangkep — Tim SAR Gabungan, Rabu (21/1/2026) berhasil menemukan “black box” (kotak hitam) pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sabtu (17/1/2026) siang,

Kepala Bidang Operasional Basarnas Makassar Andi Sultan dalam keterangannya kepada KompasTV, Rabu (21/1/2026) malam yang dipantau media ini menjelaskan, kotak hitam tersebut ditemukan tim SAR Gabungan kemudian diserahkan kepada Kepala Basarnas di Posko Aju, untuk selanjutnya diserahkan kepada Kepala Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

Dalam rekaman video yang dirilis Basarnas terlihat seorang anggota tim SAR mengenakan pakaian oranye memegang kotak segi empat berwarna oranye yang disebut sebagai kotak hitam pesawat naas itu.

Menurut wikipedia, kotak hitam rekaman penerbangan (black box, flight recorder) adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi – umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.

Kotak hitam sendiri berfungsi merekam pembicaraan antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara atau “air traffic control” (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam tetapi berwarna jingga (oranye). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.

BACA JUGA:  Disdik Makassar Pastikan SPMB 2025 Tak Ada Titip-Menitip

Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang terdiri atas “cockpit voice recorder” (alat perekam suara di ruang kemudi pilot) dan “flight data recorder” (alat rekam data penerbangan).

Pada abad XX, pabrik elektronik ini menggabungkan kedua alat ini yang kemudian populer sebagai nama “combi box recorder” yaitu kombinasi dari data dan suara.

Kedua alat tersebut memilki fungsi pemantauan dari ruang kemudi, tetapi data rekaman yang terletak pada recorder data tersebut umumnya diletakkan pada bagian ekor pesawat, yang merupakan bagian yang utuh ditemukan serta mudah terlepas dari struktur pesawat utama.

Setelah banyaknya kejadian kecelakaan pesawat maka ICAO mengeluarkan anjuran baru di mana perusahaan penerbangan wajib mengimplementasikan “Aircraft Tracking System”.

Andi Sultan juga menjelaskan, jenazah korban yang ditemukan baru dua orang, seorang di antaranya berjenis kelamin perempuan. Memang beredar informasi sudah tiga jenazah ditemukan, namun paket kantong yang dibawa oleh anggota Tim SAR bukanlah jenazah, melainkan bagian pesawat, termasuk pula mesin pesawat yang kabarnya juga sudah ditemukan. Evakuasi barang yang berhasil ditemukan dalam operasi dilakukan dengan beberapa kali penerbangan helikopter, termasuk helikopter oranye milik Basarnas dan juga milik TNI AU.