Sejarah Baru, PAD Makassar 2025 Nyaris Tembus Rp2 T

NusantaraInsight, Makassar — Di penghujung tahun 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, mengukir sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dengan kinerja yang konsisten dan terukur, Bapenda berhasil membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 dengan capaian fantastis sebesar Rp1.979.548.619.000 atau setara Rp1,9 triliun.

Raihan ini menjadi tonggak penting bagi Kota Makassar, karena tidak hanya melampaui target yang telah ditetapkan, tetapi juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah perolehan PAD daerah, selangkah lagi menembus batas psikologis Rp2 triliun.

Tak hanya melampaui target yang telah ditetapkan, capaian tersebut juga menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kota Makassar, sekaligus melampaui seluruh capaian tahunan pada periode sebelumnya

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, menyampaikan bahwa capaian PAD tahun 2025 tersebut menunjukkan hasil yang sangat signifikan.

Menurutnya, meski angka tersebut masih bersifat sementara karena proses rekonsiliasi data masih berjalan, nilainya dipastikan tidak akan jauh berbeda dari hasil perhitungan terakhir, tembus Rp2 Triliun.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (1): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

“Untuk PAD secara keseluruhan kemungkinan besar kita sudah finish. Memang tadi sekitar jam empat sore kita melakukan closing, dan saat ini masih dalam proses rekonsiliasi. Namun angkanya dipastikan tidak akan meleset jauh dari perhitungan Rp1,9 T, bisa di angka Rp2 T,” jelasnya, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan terakhir yang merujuk pada realisasi dana yang telah masuk ke kas daerah, PAD Kota Makassar berada di angka Rp1, triliun lebih.
Capaian tersebut hanya terpaut tipis dari angka psikologis Rp2 triliun.

“Sedikit lagi kita tembus Rp2 triliun. Namun ini patut kita syukuri karena merupakan capaian yang, insyaallah, tertinggi dalam sejarah Kota Makassar, sebagaimana juga pernah saya sampaikan saat Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) kemarin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Asminullah menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Badan Pendapatan Daerah serta organisasi perangkat daerah (OPD) atau SKPD pemungut pajak yang terlibat langsung dalam optimalisasi pendapatan daerah.

Untuk sektor pajak daerah, Bapenda mencatat realisasi sebesar 93 persen atau mencapai sekitar Rp1 triliun 747 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan capaian pada tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Buta Akibat Dikatapel Wali Murid, PGRI Bengkulu Keluarkan Pernyataan Sikap

“Ini adalah hasil kerja keras dari seluruh unsur yang terlibat. Capaian pajak daerah kita juga meningkat cukup signifikan dan patut diapresiasi,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Asminullah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kota Makassar, atas kepercayaan dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

Selain itu, ia turut mengapresiasi peran media yang selama ini aktif membantu menyampaikan informasi terkait pajak kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Makassar yang senantiasa memberikan kepercayaan kepada kami dalam melaksanakan tugas ini,” ucapnya.

“Begitu pula kepada teman-teman media yang sering membantu menyampaikan informasi penting terkait pajak kepada masyarakat,” lanjut dia.

Asminullah menambahkan, transparansi capaian pendapatan daerah sengaja disampaikan ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Bapenda kepada masyarakat. Ke depan, Bapenda Kota Makassar menargetkan capaian PAD yang lebih tinggi pada tahun 2026.

Target PAD di tahun 2026 itu lebih dari Rp2,3 triliun. Target tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun ini, dan tentu kami akan berusaha keras untuk mengejar target tersebut. Minimal hasilnya harus lebih baik dari capaian tahun ini.