Dengan optimisme tersebut, Andi Asminullah berharap tingkat realisasi PAD pada tahun mendatang dapat mencapai 100 persen, melampaui capaian tahun 2025 yang berada di kisaran 90 persen lebih.
“Kalau tahun ini kita bisa di angka 90 persen lebih, tahun depan tentu kita berharap bisa 100 persen,” jelasnya, penuh optimis.
Tak hanya itu, Andi Asminullah, memaparkan secara rinci capaian sektor pajak daerah sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan di hampir seluruh jenis pajak.
Sejumlah sektor bahkan berhasil melampaui target 100 persen, menandai kinerja terbaik Bapenda dalam beberapa tahun terakhir.
Dia menjelaskan, sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu pencapaian paling menonjol. Untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir, realisasi PBB Kota Makassar berhasil menembus target hingga di atas 100 persen.
“Alhamdulillah, PBB tahun 2025 ini mencapai target lebih dari 100 persen. Ini adalah capaian terbaik dalam sembilan tahun terakhir. Selama sembilan tahun kami tidak pernah mencapai 100 persen, dan tahun ini akhirnya bisa tercapai,” urainya.
Selain PBB, beberapa jenis pajak daerah lainnya juga berhasil mencapai bahkan melampaui target. Pajak restoran tercatat mencapai 100 persen.
Juga pajak reklame memenuhi target, pajak hiburan realisasinya di atas 100 persen, serta pajak sarang burung walet yang juga melampaui target yang ditetapkan.
“Beberapa pajak yang mencapai dan melebihi target 100 persen antara lain PBB, pajak restoran, pajak reklame, pajak hiburan, dan pajak sarang burung walet. Sementara pajak-pajak lainnya rata-rata berada di angka 90 persen ke atas,” terangnya.
Secara keseluruhan, ia menilai capaian pajak daerah tahun 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa kinerja tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar ke depan seluruh jenis pajak dapat mencapai target 100 persen.
Untuk sektor penerimaan terbesar, Andi Asminullah menyebut Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebagai penyumbang utama.
PBJT yang merupakan pajak gabungan dari sektor hotel, restoran, dan hiburan tercatat menyumbang pendapatan lebih dari Rp700 miliar.
“PBJT merupakan sektor terbesar. Pajak gabungan dari hotel, restoran, dan hiburan ini nilainya mencapai lebih dari Rp700 miliar,” ungkapnya.
Penyumbang terbesar kedua berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hingga proses penutupan sementara pada sore hari.
Realisasi BPHTB telah melampaui Rp350 miliar dan masih berpotensi bertambah setelah proses rekonsiliasi data selesai.
“BPHTB sudah di atas Rp350 miliar. Saat ini tercatat Rp352 miliar yang masuk ke kas daerah, dan masih ada pembayaran yang sedang kami rekonsiliasi. Kemungkinan bisa mencapai sekitar Rp355 miliar,” jelas Andi.
Untuk PBB, target awal yang ditetapkan sebesar Rp275 miliar berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai sekitar Rp277 miliar.
Sementara itu, pajak restoran menyumbang penerimaan sekitar Rp250 miliar lebih, dan pajak reklame mencapai Rp65 miliar dengan realisasi di atas 100 persen dari target.
Terkait strategi pencapaian target tersebut, Andi Asminullah menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bapenda Kota Makassar bersama para pemangku kepentingan yang terlibat.
Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari penguatan sistem digitalisasi, peningkatan pengawasan, hingga pengoptimalan pendataan wajib pajak.
“Kami melakukan berbagai upaya, mulai dari perbaikan sistem digitalisasi, peningkatan pengawasan, pengoptimalan pendataan, dan berbagai langkah lainnya,” katnaya.












