Grebek Subuh di Sukoharjo
Mengetahui orang kedua yang bertransaksi dalam urusan Bilqis ini ada di Jawa Tengah, Tim Kepolisian Polrestabes Makassar langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo.
Nasrullah kemudian ditelepon dan diperintahkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana, S.H.,S.I.K, M.H., agar merapat ke Polrestabes Makassar. Bersamaan juga Nasrullah agak greget dengan kasus ini karena agak unik.
“Selama saya menjadi polisi, baru kali ini ada kasus yang memang murni penculikan,” kata Nasrullah yang saat itu langsung menawarkan diri untuk membawa tim anggota menangani kasus ini.
Nasrullah posnya di Polsek Panakkukang, namun tetap di bawah naungan Polrestabes Makassar.
AKBP Devi Sujana yang pernah menjabat Kasubdit 5 Polda Lampung (2022) ini setuju.
Empat orang dipercayakan menangani kasus ini. Bersama Dr.Iptu Nasrullah, S. E.,M.H (Kanit Reskrim Polsek Panakkukang) yang memimpin langsung di lapangan, ada Ipda Supriadi Gaffar (Kasubdit Jatanras Polrestabes Makassar), Bripka Megawan Parante (Tim Jatanras Polrestabes Makassar) dan Briptu Aris (Anggota Jatanras Polrestabes Makassar).
Dari Kota Anging Mamiri, Devi Sujana yang menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar sejak Desember 2023, terus berkoordinasi, berkomunikasi, dan memberi arahan kepada tim operasi di lapangan.
Pada Selasa 4 November 2025 subuh sekitar pukul 05.00 Wita, Dimas mengalami satu peristiwa aneh.
Saat tidur, tiba-tiba dia dijatuhi seekor cecak. Padahal di rumahnya binatang ini tidak pernah ada. Binatang berwarna abu-abu berekor cokelat, jatuh tepat di atas kepalanya. Dimas tidak mengusik binatang tersebut. Dia biarkan. Cecak tersebut bergerak sembari menengok ke arah Dimas.
Pagi hari Selasa itu, masuk telepon dari Iptu Nasrullah yang memberi tahu Dimas bahwa Bilqis sudah tidak ada di tangan pelaku pertama (SY).
Pelaku ini melakukan transaksi dengan NH yang dari Sukoharjo pada tanggal 2 November 2025 malam. Lokasi transaksi itu di Jl. Abubakar Lambogo, Makassar.
Selasa, 4 November 2025, tim empat orang ini menerima arahan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar yang memastikan bahwa anak yang diculik ini sudah dibawa ke luar Sulawesi Selatan.
Kasat Reskrim Polrestabes langsung memesankan tiket untuk tim berkekuatan empat personil ini ke Yogyakarta. Penerbangan pukul 21.00 Wita, tanggal 5 November 2025.
Ipda Supriadi Gaffar, Bripka Megawan Parante, dan Briptu M. Aris dari Kantor Polrestabes Makassar tidak sempat kembali ke rumahnya masing-masing. Langsung ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.
Dr. Iptu Nasrullah masih sempat mampir di kediamannya Jl. Abdullah Dg.Sirua yang kebetulan dilewati untuk mengambil pakaian.
Urusan koordinasi dan komunikasi dengan Polda Jawa Tengah sudah dilakukan sejak di Makassar. Kebetulan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. — yang menggantikan Irjen Pol. Drs.Rusdli Hartono, M.Si, 3 November 2025 — pernah menjabat Ditreskrimum Polda Jateng (2021).
Hasil koordinasi ini membuat anggota di Sukoharjo “standby” dan siap mem”-back up” tim Polrestabes Makassar.
Selama tim Polrestabes Makassar berjuang memperoleh kembali Bilqis dari SAD di Jambi, di Makassar kedua orang tua Bilqis, keluarga, dan kerabat mengiringkan doa dan salat hajat.
Warga setempat dan warganet juga ikut berdoa bagi keselamatan Bilqis dan tim yang bertugas. Kebetulan juga Dimas termasuk sosok yang selalu bergaul dengan warga setempat di Jl. Pelita Lorong II. Rappocini Makassar.
“Saya sering ‘nongki-nongki’ (nongkrong-nongkrong) bersama warga juga,” kata Dimas saat dikontak penulis Jumat, 12 Desember 2025 siang.












