NusantaraInsight, Bantaeng – Pendekatan persuasif dan dialogis dilakukan BLUD UPTD Puskesmas Baruga terhadap para ibu yang masih menolak imunisasi anak. Melalui kegiatan edukasi di Posyandu Sejati V, Rabu (5/2/2026), petugas imunisasi bersama promosi kesehatan (Promkes) memberikan pemahaman langsung tentang pentingnya imunisasi bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu yang selama ini masih ragu atau menolak imunisasi karena kekhawatiran terhadap efek samping maupun informasi yang tidak tepat.
Salah satu ibu peserta edukasi, Rahmawati, mengaku awalnya takut membawa anaknya imunisasi.
“Saya sempat khawatir karena dengar cerita anak bisa demam atau sakit setelah imunisasi. Tapi setelah dijelaskan langsung oleh petugas, saya jadi lebih mengerti manfaatnya dan risikonya juga kecil,” ungkapnya.
Petugas menjelaskan bahwa imunisasi bertujuan melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak, polio, dan difteri yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.
Kepala BLUD UPTD Puskesmas Baruga, Hj. Andi Nurwahidah, SKM., M.Kes, mengatakan pendekatan edukatif lebih efektif dibandingkan paksaan.
“Kami tidak datang untuk menyalahkan, tapi untuk mendengarkan dan memberi pemahaman. Banyak ibu menolak imunisasi karena takut atau salah informasi. Tugas kami adalah meluruskan dengan bahasa yang mudah dipahami,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan imunisasi tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga kepercayaan masyarakat.
“Jika ibu paham manfaat imunisasi, maka anak-anak kita akan terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Ini bagian dari upaya melahirkan generasi yang sehat dan kuat,” tambahnya.
Melalui edukasi ini, Puskesmas Baruga berharap semakin banyak orang tua yang sadar bahwa imunisasi bukan ancaman, melainkan investasi kesehatan bagi masa depan anak.












