Sulsel  

Pj Bupati Bantaeng Presentasikan Tiga Inovasi di Hadapan Tim Panelis PKRI 2024

Inovasi ini memberi dampak yang sangat positif khususnya bagi ibu hamil yang tinggal pada daerah pegunungan dan ibu dengan status ekonomi kurang. Dengan adanya sistem jemput antar sasaran, akses jalan yang sulit dan terjal serta besaran biaya yang harus dikeluarkan tidak lagi menjadi faktor penghambat untuk menempuh fasilitas pelayanan kesehatan.

Selanjutnya paparan untuk Inovasi Saskia Puber, dengan hadirnya inovasi ini sangat berdampak signifikan terutama pada pencapaian cakupan pelayanan persalinan dengan target 100%. Hal ini tercapai berkat adanya pengadaan ambulans desa di dua lokus, di mana masing-masing desa telah menganggarkan pembelian ambulans desa 1 unit dan biaya operasional lainnya melalui Anggaran Dana Desa (ADD).

Terjadi perubahan pola pikir masyarakat khususnya keluarga dimulai sejak pemeriksaan kehamilan sampai bersalin. Lintas sektor mulai terlibat pada proses evakuasi ibu bersalin dari rumah ke fasyankes. Jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan/ dokter yang berjenis kelamin laki- laki semakin meningkat.Adanya kerjasama atau MOU Puskesmas dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Bantaeng telah terealisasi dengan terbitnya KK baru dan Akte Kelahiran, sehingga kemitraan ini, dapat memberikan dampak sosial dan finansial/ekonomi yang maksimal bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Campagaloe. Inovasi Saskia Puber sejalan dengan program yang diusung untuk mewujudkan SDGs yaitu Program Indonesia Sehat.

BACA JUGA:  105 Anak di Bantaeng Ikuti Khitanan Massal Baznas dan Klinik Kesehatan Keluarga Azzahrah

Setelah tahapan presentasi dan wawancara ini dilakukan, kami berharap doa dan dukungannya dari warga bantaeng, smoga inovasi yang telah dipaparkan dihadapan panelis dapat memberikan hasil yang terbaik dan bisa lolos ke tahapan berikutnya, ujar Adi Kasim Inovasi Litbang Bappeda. (*)