Nasyidah tak hanya punya legitimasi akademik sebagai pustakawan, tetapi juga setia selama 37 tahun sebagai pustakawan Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam buku memoarnya, disampaikan bahwa sebagai pustakawan profesional, ia dituntut memiliki keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, manajemen informasi tentang koleksi yang dimiliki perpustakaan, juga sikap melayani, serta mau belajar, dan kreatif.
Orientasi melayani ini, bahkan tak hanya sebatas untuk pengunjung di perpustakaan, tetapi juga ketika menjangkau daerah-daerah terpencil.
Misalnya, dia pernah dari Sinjai Selatan ke Sinjai Barat untuk mengajar mahasiswa Universitas Terbuka di sana.
Daerah yang mau didatangi sama sekali tidak dia tahu, dan juga tidak punya gambaran sama sekali, berapa jauhnya. Dia diantar tukang ojek saat ke sana.
Medannya begitu berat: melewati hutan, yang sama sekali tidak ada perkampungan, lalu melewati bukit, kemudian jalanan rintisan yang jelek.
Dalam hati dia berkata, kalau orang yang memboncengnya itu mau mencederai atau membunuhnya, maka tidak ada yang tahu.
Meski kejadian buruk itu tidak terjadi, tetapi situasinya membuat dia meneteskan air mata.
Nasyidah menangis, begitu tiba di lokasi mengajarnya sebagai dosen luar biasa (LB) Universitas Terbuka. Dia mengampu mata kuliah Ilmu Perpustakaan.
“Pustakawan dituntut dan ditantang untuk mandiri dan mau berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki,” imbuhnya.
Nasyidah meyakini bahwa posisi pustakawan sejati yang mengabdi dengan ketulusan hati, tak tergantikan oleh mesin.
Karier jabatan fungsional pustakawannya, mulai dari Asisten Pustakawan (1995-1997), Ajun Pustakawan Muda (1997-1999), Ajun Pustakawan Madya (1999-2002), Pustakawan Pratama (2002-2005), Pustakawan Muda (2005-2009), dan Pustakawan Madya (2009-2021).
Kini Nasyidah sebagai Pustakawan Ahli Utama (Pustama), berdasarkan SK Presiden Nomor 53/K Tahun 2020, yang ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo, tanggal 27 Oktober 2020.
Dia dilantik sebagai Pejabat Fungsional Pustakawan Ahli Utama oleh Gubernur Sulawesi Selatan, pada tanggal 31 Maret 2021.
Nasyidah berpangkat/golongan Pembina Utama Madya/ IV/d.
Selama berkarier sebagai pustakawan, Nasyidah pernah mendapat penghargaan, berupa Satyalancana Karya Satya 20 Tahun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang diterima pada tahun 2009.
Juga penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun oleh Presiden Joko Widodo, yang diperolehnya pada tahun 2019.
Dalam buku memoarnya, Nasyidah bukan hanya menceritakan dinamika hidupnya sebagai pustakawan. Namun juga pengalamannya memberikan orasi sebagai Pustama di Perpustakaan Nasional RI, yang begitu berkesan. (*)












