Sulsel  

Nasyidah, Pustama DPK Sulsel, Mendokumentasikan Perjalanan Kariernya dalam Buku “Memoar Pustakawan Sejati”

NusantaraInsight, Makassar — Buku “Memoar Pustakawan Sejati” karya Nasyidah, S.Sos, M.AP, Pustakawan Ahli Utama (Pustama), pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, diserahkan untuk jadi koleksi perpustakaan pada Senin, 9 Februari 2026.

Rusdin Tompo, sebagai editor, menyerahkan buku yang mendokumentasikan perjalanan karier penulisnya, di dua perpustakaan berbeda, tetapi pada hari yang sama.

Buku terbitan Arsy Media itu, pertama diserahkan kepada Adriani binti Nasir, SIP, pustakawan Dispusarsip Sulsel, di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Talasalapang, Makassar.

Buku keempat dari Nasyidah itu, diserahkan pula kepada Sri Wachyuni Ismail, Pustakawan, pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, untuk jadi koleksi Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa, yang beralamat di Jalan Masjid Raya, Sungguminasa.

Sebelumnya, Nasyidah telah menghasilkan tiga buku, masing-masing berjudul “Perpustakaan 4.0” (Penerbit Pakalawaki, 2023), “Perpustakaan Ibu dan Anak” (Penerbit Pakalawaki, 2024), dan “Layanan Perpustakaan Berkualitas” (Penerbit Arsy Media, Makassar, 2024). Ketiga buku itu juga disunting oleh Rusdin Tompo.

“Perjalanan karier saya sudah sampai ke pengujung. Ibarat lembaran-lembaran buku, seorang penulis akan menamatkan kisah yang ditulisnya,” tulis wanita kelahiran Watampone, Kabupaten Bone, 27 Mei 1961 itu.

BACA JUGA:  Bentuk Satgas Percepatan Investasi Bersama Kejati dan BPN Sulsel, Sekda Optimistis Realisasi Investasi Sulsel akan Meningkat

Sebagai pustakawan, katanya, ia ingin meninggalkan jejak dan pembelajaran. Juga inspirasi dan motivasi bagi pustakawan dan mereka yang akan menggeluti profesi sebagai pustakawan profesional.

Buku “Memoar Pustakawan Sejati” merupakan kisah pribadinya sebagai fungsional pustakawan, yang menapaki karier dari bawah.

Semua jenjang ia jalani, sejak masih menjadi pegawai honorer hingga terangkat sebagai ASN, semuanya sebagai pustakawan.

Pendidikannya pun begitu: ilmu perpustakaan.

“DNA saya adalah pustakawan. Saya tidak pernah berada di organisasi perangkat daerah (OPD) lain, selain Dispusarsip,” bebernya dalam buku.

Suaminya, Syamsuddin Bakry, SE, merupakan pensiunan Pustakawan pada dinas yang sama dengannya.

Nasyidah menamatkan pendidikan Diploma 3 Ilmu Perpustakaan, Unhas, tahun 1983. Ia meraih gelar Sarjana Sosial (S1) Ilmu Perpustakaan, Unhas, tahun 2001. Kemudian gelar S2 Magister Administrasi Publik, pada Program Pascasarjana Unismuh, Makassar, tahun 2013.

Riwayat pendidikan non formalnya, antara lain Diklat Fungsional Kompetensi Kepustakawanan, Managerial dan Sosial Kultural (Perpustakaan Nasional), Diklat Fungsional Training of Trainers (ToT) (Perpustakaan Nasional, 2014), dan Diklat Tenaga Promosi dan Etika Layanan Perpustakaan (Perpustakaan Nasional, 1994).