Dentum gendang pembukaan telah lama reda, tetapi gaungnya seakan tetap berputar di ruangan itu. Ia menyatu dengan derit tak terdengar kapal-kapal lama, dengan desir angin pantai Sulawesi, dengan langkah-langkah perantau yang dulu meninggalkan kampung halaman dengan perahu kecil dan harapan besar.
Kini, harapan itu bermetamorfosis menjadi komitmen untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dalam wajah-wajah saudagar Bugis-Makassar yang memenuhi ruangan, di mata seorang bupati dari Bantaeng, dan di balik tema singkat yang terpampang di panggung, terasa jelas satu pesan: di tengah dunia yang tidak pasti, ketangguhan adalah satu-satunya jalan agar ekonomi bangsa ini terus tumbuh dan tidak runtuh oleh gelombang yang datang tiba-tiba.












