SELAMAT TINGGAL

Ku tinggalkan gadis yang selama ini ku puja ku sanjung dan kusayangi dengan dengan segenap hatiku

Berikan aku kekuatan berikan aku kemudahan untuk menempuh kehidupanku yang baru

Ya Allah sayangi Diani, bahagiakan hatinya, berikan kami keikhlasan menempuh hidup kami masing masing sesuai takdir yang telah engkau gariskan untuk kami.

Waktu menujukkan pukul 08.00 tak lama lagi Kapal siap berlayar yang akan membawa aku ke Surabaya meninggalkan Butta salewangan.

Aku meninggalkan mesjid sambil berjalan menuju kapal aku menoleh ke tempat Diani berdiri, disinari lampu Dermaga ku lihat dirinya masih tetap berdiri dengan sejadah merah di tangannya.

Aku mulai menapak tangga kapal 1/1 pertanda tak lama lagi Dermaga Angin mamiri akan aku tinggalkan. Perjalanan naik tangga kurasakan sangat berat untuk sampai ke geladak.

Selang beberapa waktu sirene kapal mulai berbunyi, ku pandang ke Dermaga Diani masih berdiri seakan tak ingin beranjak dari tempatnya, lambaian tangannya dengan sejadah merah kurasakan begitu pilu di dada.

BACA JUGA:  Mengenal Lebih Dekat Dua Buku Pariwisata Karya Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum.,MCE

Kapal dengan perlahan tapi pasti meninggalkan Dermaga Angin Mammiri, diiringi lagu Teluk Bayur, hatiku seakan memberontak, ingin rasanya ku berlari pulang meraih tangan Diani, tak terasa air mataku berlinang kasih sayangku yang tulus ikhlas harus berakhir di Dermaga Kota angin mammiri.

Selamat Tinggal Dermaga Anging Mamiri, selamat tinggal Diani kasihku sepanjang hayat, betapa cintaku kepadamu namun Allah berkehendak lain, kita harus berpisah di Dermaga Angin Mammiri.