Nasri juga optimistis perjalanan kreatif Ishakim masih akan terus berkembang. Ia melihat pameran tunggal kali ini sebagai salah satu tahapan penting dalam perjalanan berkesenian sang perupa. Ke depan, ia berharap Ishakim dapat menghasilkan karya yang semakin banyak, semakin matang, dan semakin kaya secara artistik.
“Di masa yang akan datang, ketika kembali digelar pameran tunggal, saya yakin Ishakim akan memproduksi karya yang lebih banyak dan lebih baik dari yang ada saat ini,” tambah Nasri.
Pada akhirnya, “PASAR: Transaksi Rupa dalam Gua Batu” tidak hanya menghadirkan belasan lukisan abstrak ke hadapan publik. Pameran ini juga menghadirkan sebuah percakapan: antara masa lalu dan masa kini, antara bentuk dan tafsir, serta antara perjalanan seorang seniman dan harapan akan lahirnya karya-karya baru.
Bagi para pelukis muda, mungkin pesan terpenting dari pameran tersebut sederhana: teruslah berkarya, berani memperlihatkan karya, dan biarkan setiap orang menemukan maknanya sendiri. Sebab, seperti halnya sebuah lukisan abstrak, perjalanan seorang seniman pun tidak selalu memiliki satu bentuk dan satu tafsir.












