Makassar, NusantaraInsight — Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Sastra Kepulauan IX 2026 yang berlangsung pada 18-20 September 2026 di Benteng Somba Opu, Sulawesi Selatan, acara ini menghadirkan “Dialog Sastra”. Mengangkat tema “Merawat Tradisi Puitis, Menautkan Keberagaman Kampung,” sesi dialog ini menjanjikan diskusi mendalam tentang peran sastra dalam melestarikan budaya lokal dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Festival Sastra Kepulauan Dr Asia Ramli saat ditemui usai rapat pemantapan, Kamis (17/9/2026
Seniman dengan nama panggung Ram Prapanca ini menyampaikan bahwa acara akan dilaksanakan pada tanggal 19 September 2026, Dialog Sastra ini mengundang narasumber-narasumber terkemuka di bidangnya, termasuk Mahrus Andis, Bambang Widiatmoko, Mu’jizah, dan Aslan Abidin. Moderator Ishakim akan memandu jalannya diskusi yang diprediksi akan hangat dan penuh wawasan.
Penyelenggaraan Dialog Sastra ini terbuka bagi peserta yang telah melakukan registrasi sebagai peserta Festival Sastra Kepulauan IX Tahun 2026 dan didasarkan pada undangan panitia. Terbuka juga bagi seluruh peserta Kemah Sastra. Registrasi berlangsung pada bulan Juli-Agustus 2026 dengan konfirmasi peserta pada awal September 2026. Peserta diwajibkan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Para peserta yang hadir akan mendapatkan fasilitas berupa sertifikat, materi dialog, serta kesempatan berharga untuk berdiskusi langsung dengan para sastrawan, akademisi, dan budayawan yang hadir. Hal ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi para peserta dalam memajukan sastra dan budaya di daerah masing-masing.
Festival Sastra Kepulauan IX 2026 didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kemendikbudristek, Balai Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Sanggar Seni Teater Kita Makassar, FSD UNM, serta mitra media lainnya. Panitia menyediakan kontak Salsa Dila (0821-9152-2796) dan Andi Taslim Saputra (0852-5160-4817) untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran.
Dengan mengangkat tema yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, Dialog Sastra Festival Sastra Kepulauan IX 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga tradisi puitis sebagai warisan budaya bangsa dan memperkuat jalinan persaudaraan di tengah keberagaman kampung di Indonesia.












