Yaa Allah, 81 Tahun negeri ini telah merdeka.
namun belakangan ini hamba baru menyadari
orasi demonstran mahasiswa yang kadang membisingkan telinga saya di samping gerobak ini.
Katanya “yang merdeka hanya para elit dan penguasa”, dan itu benar adanya.
Penguasa dan elit menggerus kekayaan alam kami,
dan hanya mengisahkan ampasnya sebagai bencana yang harus ditanggung saudara-saudara kami.
Setelah itu, jangankan berempati dan berbelas kasih, mereka berbalik menyalahkan kami.
Mereka merdeka atas kekayaan dan bergelimang harta serta kuasa,
melancong ke berbagai penjuru dunia yang entah apa tujuan mereka.
Sedangkan kami kadang terpaksa mengencangkan ikat pinggang karena kelaparan,
di saat dagangan kami sepi pembeli atau bernasib sial karena gerobak kami ditertibkan.
Mereka merayakan hari Kemerdekaan dengan riuh dan joget-joget dari pajak saudara-saudara kami.
sedangkan kami membeli umbul-umbul dan bendera saja kadang harus meminjam sama tetangga.
Ini terasa sangat tidak adil.
Yaa Allah, Tuhan yang Maha Memakmurkan.
Jauh dari lubuk hati hamba, makmurkan orang-orang yang tersholimi di hari kemerdekaan ini.
Makmurkanlah penghidupan yang layak bagi mereka.
Jagalah ‘piring-piring’ mereka yang kadang dicuri entah kemana.
Dan merdekakanlah kami dari ‘perampok’ dan ‘penjajah’ yang bertopeng penguasa.
Serta makmurkanlah negeri kami tercinta.
Yaa Allah, Tuhan yang Maha Melindungi.
Lindungilah negeri kami dari marabahaya dan kebodohan.
Lindungilah penguasa kami dari sifat rakus dan tamak serta godaan jabatan yang memperdaya.
Lindungilah siapapun ia yang tengah berjuang menjadi pahlawan bagi orang-orang seperti kami.
Karena perlindungan-Mu lah yang akan menyelamatkan dan mengangkat harkat bangsa kami,
Menuju kemerdekaan yang hakiki.
Yaa Allah, terimalah doa kami.
Aminnn…












