Allahumma ya rabbanâ wa ya mawlanâ wa ya samî‘d-du‘a, ihdinâ fî man hadayta, wa ‘âfinâ fî man ‘âfayta, wa tawallanâ fî man tawallayta. Wa bârik lanâ fîmâ a‘thayta, washrif ‘annâ syarra mâ qaḍayta. Allahumma fârijalal-hammi, kâshifal-ghammi, raḫmânad-dunyâ wal-âkhirah wa raḫîmihimâ, ighfir lanâ dzunûbunâ ajm‘’în. Washalli Allahumma ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âlihî wa ṣhaḫbihî wa sallim, wal-ḫamdulillahi rabbil ‘âlamîn.
Artinya;
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan. Ya Allah, sesungguhnya kami berada di depan pintu-Mu dan dalam kesucian wuquf di tangan-Mu, wahai Pemberi hajat, wahai Dzat yang tidak menolak setiap orang yang memohon kepada-Mu. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Maha Pantas mengabulkan doa. Pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, dan pertemukan pula bulan Ramadhan dengan kami dalam keadaan diterima. Dan demikian pula khazanah rahmat-Mu yang luas meliputi bumi dan tujuh langit dan isinya. Tutuplah bagi kami di bulan Sya’ban dengan ampunan dosa dan kebahagiaan hati.
Ya Allah, wahai Rabb kami, wahai Maula kami, wahai Dzat yang Maha Mendengar doa, berilah kami petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, maafkanlah kami di antara orang-orang yang Engkau beri maaf, dan peliharalah kami di antara orang-orang yang Engkau pelihara.
Dan berkahilah kami pada apa yang Engkau berikan, dan jauhkanlah kami dari keburukan yang Engkau tetapkan.
Ya Allah, hilangkanlah kesedihan, wahai Penghilang kesusahan, Maha Pengasih dunia dan akhirat dan Maha Penyayang keduanya, ampunilah semua dosa kami. Dan limpahkanlah rahmat Allah kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga dan sahabatnya, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Seperti juga wahai Maula, pertemukanlah aku, keluargaku, dan orang-orang yang aku cintai dengan mendengar doa orang-orang yang shalat di bulan Ramadhan, dan demikian pula khatamkanlah Al-Qur’an di dalamnya, sungguh Engkau memutuskan dengan kebenaran dan tidak ada yang dapat memutuskan terhadap-Mu. Sungguh, tidak akan hina orang yang Engkau musuhi, dan tidak akan mulia orang yang Engkau jadikan kekasih. Maha Suci Rabb kami dan Maha Tinggi, kami memohon ampunan,”.
[(Muhammad bin Alawi Al-Maliki, Madza fi Sya’ban, halaman 108).
Dengan membaca doa akhir Sya’ban dan melakukan berbagai amalan lainnya, diharapkan kita dapat menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh ketaatan dan kekhusyu’an. Wallahu a‘lam.












