Religi  

KULTUM: Al-Qur’an Ditinggalkan Setelah Ramadhan

NusantaraInsight, Gowa — Pada bulan Ramadhan, kita rajin membaca Al-Qur’an. Kita membaca Al-Qur’an setiap hari. Sebagian besar dari kita bahkan membaca minimal satu juz Al-Qur’an setiap hari. Dan mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

Setelah Ramadhan, sebagian dari kita tidak lagi membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an yang kita baca selama Ramadhan, disimpan kembali di lemari. Hanya sekali-sekali diambil dan dibaca jika diperlukan.

Seharusnya kebiasaan membaca Al-Qur’an selama Ramadhan tetap diteruskan. Tetap membaca Al-Qur’an setiap hari.

Rasulullah mensunnahkan membaca Al-Qur’an dan menyampaikan pahalanya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Jumlah huruf dalam Al-Qur’an itu lebih dari 1 juta, bahkan ada yang menyebut kurang lebih 1,5 juta huruf.

BACA JUGA:  Perhatian, 27 Mei 2024 Kemenag Gelar Pengukuran Arah Kiblat

Bacaan basmalah saja itu ada 19 huruf. Bismillahirrahmanirrahim. Ba, Sin, Mim, Alif, Lam, Lam, Ha, Alif, Lam, Ra, Ha, Mim, Nun, Alif, Lam, Ra, Ha, Ya dan Mim.
Jadi kalau kita membaca “Bismillahirrahmanirrahim” maka kita sudah membaca 19 huruf, dikali 10, maka jumlahnya 190 kebaikan. Kalau kita baca 1,5 juta huruf, maka kita mendapatkan 15 juta kebaikan. (asnawin aminuddin)