4. Memperbanyak Doa
Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebanyak mungkin untuk menyambut Nisfu Syaban. Malam Nisfu Syaban bisa menjadi waktu tepat untuk memohon pertolongan dan permintaan pada Allah SWT.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا ياَ كَرِيْمُ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
“Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah kami wahai dzat yang maha mulia. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan, kesehatan dan pemeliharaan yang berkesinambungan dalam hal agama, dunia dan akhirat.”
5. Membaca Yasin
Amalan sunnah ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar. Nabi Muhammad SAW bersabda:
يَنزِلُ اللهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِكُلِّ شَيْءٍ، إلَّا لِرَجُلٍ مُشْرِكٍ أَوْ رَجُلٍ فِي قَلْبِهِ شِحْنَاء
Artinya, “Allah swt turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu, kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).
Di malam tersebut, banyak masyarakat yang membaca Surat Yasin tiga kali, sambil memperbanyak berdoa. Surat Yasin yang pertama dibaca untuk memohon panjang umur (yang barakah) dan ketaatan/ketaqwaan serta dapat istiqamah kepada Allah SWT.
Surat Yasin yang kedua dibaca untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir batin. Ketiga, surat Yasin dibaca untuk memohon kaya hati yang langsung dari Allah. Surat Yasin tersebut juga bisa dibaca setelah Maghrib, seperti penjelasan berikut.
وقال العلامة الديربي في “مجرباته” (ومن خواص “سورة يس” -كما قال بعضهم- أن تقرأها ليلة النصف من شعبان “ثلاث مرات”: الأولى بنية طول العمر، والثانية بنية دفع البلاء، والثالث بنية الإستغناء عن الناس.
“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk”. (Syaikh Muhammad bin Darwisy, Asná al-Mathálib, 234)
6. Memperbanyak Dzikir
Amalan Nisfu Syaban selanjutnya adalah berdzikir. Dalam dzikir, umat Islam dapat mengucap tahmid dan takbir sebanyak 100 kali. Setelah itu, dilanjutkan dengan sholawat nabi sebanyak 100 kali dan dzikir-dzikir lainnya kepada Allah SWT. Terdapat pula anjuran membaca Tasbih Nabi Yunus sebanyak 2.375 kali:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Syekh Abdul Hamid Qudus dalam kitab Kanzun Najah Was Surur mengatakan:
فإن تلاوة هذه الآية في هذه الليلة بالعدد المذكور تكون أمانا فى ذلك العام من البلايا والأوهام
“Siapa yang membaca dzikir ini di malam Nisfu Sya’ban sebanyak (2375) kali, maka dengan izin Allah Taala, ia akan diberikan perlindungan dari bala sampai tahun akan datang.”
7. Memperbanyak Istighfar dan Menjauhi Larangan-Nya
Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan. Itulah sifat manusia, yang dalam kesehariannya sering kali terjatuh dalam dosa. Meskipun demikian, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi siapa pun yang meminta.
Sebaik-baiknya berdoa juga perlu dibarengi dengan meminta ampunan (istighfar), terutama di malam Nisfu Syaban. Namun, di malam ini juga ditekankan agar umat muslim jangan melakukan larangan-Nya. Sebab ada dosa yang tidak diampuni pada Nisfu Syaban, sebagaimana diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah bersabda:
“Pada malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya”ban), Allah akan mengumumkan kepada sekalian manusia, bahwa la akan mengampuni orang-orang yang mau beristighfar (minta ampunan-Nya), kecuali kepada orang-orang yang menyekutukan-Nya, juga orang-orang yang suka mengadu domba (menciptakan api permusuhan) terhadap saudara muslim.” (HR. al-Thabrani dan Ibnu Hibban)
Dalam riwayat lain dari Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Malaikat Jibril telah datang kepadaku, seraya berkata: “Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban. Dan pada malam ini pula Allah akan membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka. Namun Allah akan membiarkan enam kelompok manusia tetap dalam neraka, karena telah melakukan dosa-dosa besar, yaitu:
1. Orang yang menyekutukanNya (syirik),
2. Orang yang suka mengadu domba (menciptakan permusuhan) terhadap sesama muslim,
3. Orang yang memutuskan tali silaturahim,
4. Orang yang sombong, yang berjalan dengan angkuh,
5. Orang yang durhaka terhadap kedua orangtuanya,
6. Orang yang kecanduan minuman keras’.” (Syu’ab al-Iman lil Baihaqy)












