Religi  

AKU MELIHAT TAMU ALLAH SEDANG BERKEMAS

AKU MELIHAT TAMU ALLAH SEDANG BERKEMAS Oleh Rahman Rumaday (Founder K-Apel)
Rahman Rumaday

Wahai tamu agung…
11 bulan lamanya aku menanti mu karena kehadiranmu membawa berkah untukku sebab itu aku selalu menyampaikan harapanku pada ALLAH melalu do’a yang kupanjatkan “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”

Namun, kini wahai tamu Allah yang mulia, aku meyaksikan engkau sedang berkemas-kemas untuk pergi selama 11 bulan, yang belum tentu di 11 bulan yang akan datang aku akan dipertemukan kembali denganmu tamu Allah. Engkau datang dengan seribu kebaikan sebagaimana ssabda sang utusan langit Rasulullah SAW. Yang artimya “Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar tahun semuanya itu menjadi Ramadhan.” (HR Ibnu Abbas).
“Apabila malam terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad SAW.” Kemudian seorang bertanya tentang musibah apa yang akan menimpa mereka. Rasulullah SAW lalu menjawab, “Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua doa diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak (dihentikan).” ~ Hadits

BACA JUGA:  Ini Amalan Malam Nisfu Sya'ban

Wahai tamu Allah kepergianmu aku merasakan campuran antara rindu dan penyesalan. Mungkin selama sebulan ini, aku belum mampu sepenuhnya menghargai setiap momen bersamamu. Engkau akan pergi, namun rindu yang tersisa akan menjadi pendorongku untuk terus meningkatkan kualitas ibadahku, menjaga spirit amalan yang telah ku lakukan, serta terus memperbaiki diri.

Wahai tamu Allah yang mulia… Aku sangat menyadari bahwa engaku akan mengakhiri kebersamaanmu bersamaku selama 1 bulan lamanya, aku merasa sedih karena kehilangan momentum untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan Allah SWT.

 

Wahai tamu Allah..
Meskipun engkau akan pergi, segala suka dan duka telah ku melewati bersamamu, namun spirit dan semangatmu akan tetap bersarang dalam hatiku. Aku akan terus mengingat nilai-nilai luhur yang engkau ajarkan selama sebulan penuh, dan menjadikan setiap hari sepanjang 11 bulan sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri pada Allah. Engkau pergi, namun rindu yang tersisa akan menjadi motivasi yang kuat bagiku, untuk terus menggapai ketaqwaan dan keberkahan, hingga akhirnya kita bertemu lagi di bulan yang akan datang.

BACA JUGA:  Ibu Hajjah Ingin Tampil Cantik, PPIH Makassar Sediakan Jasa Make Up Artis

Wahai tamu Allah.. pergilah dengan segala kenangan indahmu, namun tinggalkanlah spirit dan keberkahanmu untuk tetap menyala dalam hati ku. Engkau boleh pergi namun, Rasa rindu ku selalu ada untuk mu, aku berharap rasa rindu pada mu terus membawaku pada jalan kebaikan agar tetap terhubung dengan spiritualitas yang aku peroleh selama bersama. meskipun wahai tamu Allah yang mulia engkau akan pergi meninggalkanku, namun rindu yang tersisa akan menjadi motivasi untuk terus berada pada jalan yang benar jalan yang diridhai Allah.

Semoga aku dapat menjalani hari-hariku selama 11 bulan mendatang dengan penuh keimanan dan keberkahan, hingga aku dapat dipertemukan kembali denganmu yang penuh berkah.

Parang Tambung, 8 April 2024