Pengamen Nyaleg, Raih Suara Terbanyak

Pakai Medsos untuk Kampanye

Di Tiktok, sebagai seorang pengamen, dia membuat konten menyanyi sembari memainkan gitar. Lagu-lagu yang dia nyanyikan hasil ciptaan dia sendiri. Dia mencipta lagu dengan lirik khas, sederhana, tetapi mudah diingat.

Lirik-lirik itu berisi profil dia sebagai seorang caleg. Ada pula lagunya yang berisi sosialisasi cara mencoblos dia di lembar surat suara. Di luar ekspektasi, cara Kukuh mengenalkan diri sebagai seorang pengamen sekaligus caleg di Tiktok itu ternyata mendapatkan sambutan luar biasa dari netizen.

Dalam kurun waktu tujuh bulan sebelum Pemilu 2024, pengikutnya di Tiktok sudah mencapai sekitar 493.000 orang. Konten-konten video yang diunggah menampilkan sisi genuine dirinya.

Pengamen yang nyaleg DPRD Wonogiri itu menggabungkan profilnya sebagai orang desa, anak petani, pengamen, sekaligus caleg. Dengan rambutnya yang gimbal panjang dan kadang bertopi caping ala petani membuat karakter dia semakin kuat.

”Saya beberapa waktu lalu ke Jakarta. Ternyata banyak yang kenal saya waktu saya di terminal. Terus waktu saya jemput saudara di sekolah juga anak-anak kecil sana kenal saya, mereka panggil-panggil saya. Saya enggak menyangka saja mereka kenal saya,” ujar dia.

BACA JUGA:  Keluarkan Rekomendasi untuk Ilham Azikin, PKB Bantaeng: Perintah Sudah Jelas

Sering Terlibat sebagai Aktivis

Setelah konten-kontennya kerap trending atau FYP (For Your Page) TikTok, dia semakin mudah berkampanye. Banyak warga justru mengundang dia untuk berkampanye kepada mereka.

“Sesuai lirik yang ada di lagu-lagu saya, saya sama sekali tidak berkampanye dengan cara politik uang. Maka, saya benar-benar merasa senang dan terhormat dengan 1.000-an orang yang memilih saya. Mereka berarti orang-orang yang memilih tanpa embel-embel uang,” kata dia.

Walaupun bekerja sebagai pengamen, sebenarnya pria yang baru kali pertama nyaleg DPRD Wonogiri itu tidak asing dengan dunia politik. Dia sudah sejak lama mengikuti aktivitas warga di bidang lingkungan.

Ia mengaku turut mendampingi warga di Sukoharjo yang terdampak limbah PT RUM bersama aktivis lainnya. Kukuh sempat bersama warga menolak pembangunan Pabrik Semen di Kendeng, Rembang, dan kegiatan lainnya.

Saat ini, Kukuh tengah menunggu hasil penghitungan suara Pemilu 2024, khusus di Dapil I DPRD Wonogir. Dia berharap bisa menduduki kursi di DPRD Wonogiri.

Berdasarkan hasil hitung suara yang diunggah KPU di pemilu2024.kpu.go.id dengan progres data masuk mencapai 69% dari 915 TPS di Dapil I, perolehan suara Kukuh sudah mencapai 984 suara. Perolehan itu merupakan yang tertinggi dibandingkan 10 caleg Partai Demokrat lainnya di dapil yang sama.

BACA JUGA:  Baliho Politik: Andi Sudirman Sulaiman : 2024-2029 Sulsel Maju, Mandiri, Sejahtera dan Unggul

Sayangnya, berdasarkan penghitungan sementara menggunakan metode Sainte Lague yang dilakukan Solopos.com, Partai Demokrat belum cukup suara untuk mendapatkan jatah kursi di dapil tersebut.

“Masih ada kemungkinan saya masuk asalkan perolehan suara Golkar dan PKS itu tidak terlalu banyak,” pungkas Kukuh