Bidang Kepanduan dan Kepemimpinan Partai DPW PKS Sulsel Gelar Rakorwil DPD se-Sulsel

NusantaraInsight, Makassar — Bidang Kepanduan dan Kepemimpinan Partai (BKKP) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPD se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Lynt Makassar, Minggu, (28/12/2025)

Rakorwil tersebut dihadiri oleh Ketua Bidang Kepanduan dan Kepemimpinan (BKKP) DPW PKS Sulawesi Selatan, serta para Ketua Santika dari seluruh DPD PKS kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Rakorwil menjadi forum konsolidasi strategis untuk menyamakan arah gerak, memperkuat koordinasi, serta merumuskan program kepanduan dan kepemimpinan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq, S.Kom., M.M., menegaskan pentingnya penguatan kualitas kader melalui sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Menurutnya, bidang kepanduan dan kepemimpinan memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader-kader yang tangguh, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

“Penguatan kepemimpinan kader harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, militansi, dan kemampuan membaca realitas sosial. Inilah fondasi penting dalam mengokohkan peran PKS di tengah masyarakat,” tegas Anwar Faruq.

BACA JUGA:  KPU Maros Perpanjang Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup

Ia menambahkan bahwa rakorwil ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antar-DPD serta melahirkan program-program kepanduan dan kepemimpinan yang adaptif, terukur, dan berdampak nyata bagi penguatan struktur serta pelayanan PKS di Sulawesi Selatan. Ujarnya

Sementara itu, Ketua Bidang Kepanduan dan Kepemimpinan Partai (BKKP DPW PKS) Sulawesi Selatan, Rahman, dalam arahannya menekankan pentingnya bekerja secara terukur dan berbasis data. Ia mengajak seluruh peserta Rakorwil untuk “bergerak dengan peta dan bekerja dengan cinta”.

“Setiap program yang kita rumuskan harus berbasis data, sehingga punya arah yang jelas, memiliki kekuatan, terukur, dapat dijalankan, dan bisa dievaluasi. Kita tidak ingin bekerja hanya bermodal semangat tanpa perencanaan,” ujar Rahman.

Lebih lanjut, Rahman menegaskan bahwa pendekatan budaya dan kearifan lokal di setiap daerah menjadi aspek penting dalam implementasi program. Menurutnya, kekhasan budaya lokal harus menjadi pintu masuk pembinaan kader agar program lebih membumi dan diterima masyarakat.

“Pendekatan budaya kearifan lokal di tiap daerah adalah keniscayaan. Semua ikhtiar ini bermuara pada pencapaian target K2P2, sebagai arah besar gerak kepanduan dan kepemimpinan PKS di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.