Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mencatat sekitar 112 siswa dengan rata-rata usia 13 tahun di 26 provinsi telah terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan game online. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Titi Eko Rahayu menjelaskan bahwa penyebaran paham radikal, ekstremisme kekerasan, dan intoleransi memanfaatkan pendekatan emosional, fitur obrolan pribadi, komunitas siber tertutup, serta optimalisasi algoritma platform digital yang menyasar anak-anak.
Peran Sentral Orang Tua Cegah Paparan Paham Radikal pada Anak
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Tidak hanya itu, kunci keberhasilan lainnya terletak pada koordinasi yang sangat intens dan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Takalar dengan Kemendikdasmen. Sinergi ini memastikan bahwa mulai dari proses pendataan, pengolahan data,…

Peringkat ketiga terbaik pengendalian inflasi se-Sulawesi tahun 2026 menjadi bukti bahwa dengan komitmen, kerja sama, dan kebijakan yang tepat, Kabupaten Takalar mampu bersaing dan menunjukkan kinerja yang membanggakan. Prestasi ini…

Sementara itu, Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatullah Rawtib, menyampaikan bahwa arahan yang disampaikan memberikan semangat dan motivasi baru bagi seluruh jajaran di tingkat kecamatan. Ia memahami pesan utama yang disampaikan Bupati,…

NusantaraInsight, Takalar – Dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Takalar menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh…

Ia juga menekankan bahwa ibadah kurban menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Melalui ibadah kurban, kita diajak untuk memperkuat solidaritas sosial…








