Wasekjen PB PGRI Kupas Tuntas SIK untuk Peningkatan Layanan Anggota 

Wasekjen
Wasekjen PB PGRI Wijaya Winarja

NusantaraInsight, Makassar — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Wijaya Winarja mengupas tuntas Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) dalam kegiatan Sosialisasi SIK, Keuangan dan Jurnalistik Suara PGRI, Jumat (27/3/2026) di Aula Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara yang digelar oleh Pengurus PGRI Provinsi Sulsel tersebut, Wijaya menjelaskan bahwa SIK merupakan platform digital terintegrasi yang dirancang PB PGRI untuk mengelola data keanggotaan secara real-time.

“SIK bukan sekadar database, tapi alat transformasi yang memudahkan guru mengakses hak, pelatihan, dan informasi terkini,” ujarnya di hadapan peserta.

Menurutnya, sistem yang diluncurkan sejak 2022 lalu, sebagai bagian dari program digitalisasi organisasi untuk mendukung anggota PGRI.

Wijaya juga menjelaskan bahwa fitur utama SIK meliputi, pendaftaran dan verifikasi Otomatis.

Ia menjelaskan bahwa pada fitur ini, guru dapat mendaftar via aplikasi mobile atau web (sik.pgri.or.id) dengan verifikasi e-KTP, sehingga data anggota selalu update dan hindari duplikasi.

Kemudian fitur Dashboard Personalisasi, di mana anggota melihat riwayat kepengurusan, tunjangan kinerja, sertifikasi, dan notifikasi pelatihan PPG (Pendidikan Profesi Guru).

BACA JUGA:  Mahasiswa Unpacti Makassar Kuliah di Denpasar, Semarang, Gorontalo dan Kolaka

Selanjutnya fitur, Integrasi Layanan, terhubung dengan Kemendikdasmen untuk data Dapodik, BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, serta modul klaim bantuan seperti Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan dana pensiun.

Lalu fitur analitik dan laporan. Fitur ini mengurus cabang dapat generate laporan statistik keanggotaan per daerah, membantu perencanaan program seperti pelatihan kepemimpinan atau advokasi hak guru.

Ia juga menjamin keamanan data untuk fitur ini, karena menggunakan enkripsi end-to-end dan GDPR-compliant, dengan audit tahunan oleh BSSN untuk cegah kebocoran.

“SIK telah terbukti meningkatkan partisipasi anggota hingga 40% di 2025, dengan 2,5 juta guru terdaftar aktif,” tambah Wijaya, merujuk data internal PB PGRI seperti dilansir dari berbagai sumber.

Ia menekankan pentingnya literasi digital bagi guru, karena sistem ini mendukung visi PGRI menuju profesi guru berkualitas global.

Tantangan utama, katanya, adalah akses internet di daerah terpencil, yang diatasi lewat pelatihan offline dan bermitra dengan pihak penyedia layanan.

Hingga berita ini dimuat, Wijaya masih melanjutkan pembahasan terkait SIK yang oleh para peserta menjadikan ajang ini sebagai diskusi yang efektif dan dijawab tuntas oleh pemateri.