Tim Pakar Kementerian Susun Pra-Kelayakan Teknologi Diabetes Coaching sebagai Upaya Hilirisasi Teknologi Kesehatan

NusantaraInsight, Makassar — Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Pra-Feasibility Study Teknologi Diabetes Coaching (DiaCOACH) pada 5–7 Desember 2025 di Hotel Dalton Makassar.

Kegiatan ini merupakan rangkaian evaluasi lanjutan dalam memastikan kesiapan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung penanganan diabetes di Indonesia.

Pelaksanaan FGD bertujuan untuk merumuskan rekomendasi teknis dan non-teknis terhadap kesiapan hilirisasi Teknologi Diabetes Coaching (DiaCOACH) sebelum masuk ke tahapan adopsi dan komersialisasi.

Melalui pendekatan riset terapan, teknologi ini dinilai memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta upaya pencegahan diabetes melalui pemantauan perilaku kesehatan secara digital dan berbasis data.

Tim Pakar yang dilibatkan merupakan akademisi dengan kepakaran lintas disiplin. Tim tersebut diketuai oleh Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, APEC Eng, dengan anggota antara lain Dr. Sirajuddin Omsa, S.E., M.Ed.Mgmt. sebagai pakar manajemen dan model bisnis, Pulung Hendro Prastyo, S.S.T., M.Eng. sebagai pakar artificial intelligence, Prof. Dr. Hasbir Paserangi, S.H., M.H. sebagai pakar hukum dan regulasi, serta Dr. Chusnul Rofiah, SE., MM., CIQaR selaku pakar pemasaran dan hilirisasi teknologi.

BACA JUGA:  Temu Pendidik Nusantara XII Wajo Sukses Digelar : Panggung Guru Bergerak, Ruang Murid Bertumbuh

Komposisi keahlian ini dipandang strategis untuk memastikan kajian pra-kelayakan dilakukan secara komprehensif dari aspek teknis, legalitas, kebijakan, pasar, hingga keberlanjutan teknologi.

Dalam pelaksanaannya, Tim Pakar melakukan benchmarking ke PT Roche Indonesia dan Ascensia Diabetes Care Indonesia untuk memperoleh pembelajaran terkait standar global, integrasi perangkat medis, keamanan data kesehatan, serta implementasi coaching digital yang sudah digunakan dalam ekosistem kesehatan internasional.

Selain itu, survei calon pengguna dan uji manfaat (usability) turut dilakukan sebagai dasar penilaian terhadap kebutuhan pengguna serta potensi adopsi teknologi pada masyarakat.

Ketua Tim Pakar, Ir. Sirmayanti, menjelaskan bahwa pra-kelayakan merupakan tahap esensial dalam identifikasi kelayakan teknologi sebelum masuk ke tahap hilirisasi. Integrasi kecerdasan buatan, digital wireless communication, dan Internet of Things (IoT) disebut sebagai elemen penting agar teknologi digital coaching di masa mendatang tidak hanya berfungsi sebagai pencatatan data, tetapi juga mampu melakukan analisis prediktif melalui pemrosesan data secara real time.