Tim MKPK Batch V Unhas di Desa Parumpanai Gelar Seminar Edukatif, ini Temanya

NusantaraInsight, Malili — Pada, 05 Januari 2026, Tim Mahasiswa MKPK Batch V Universitas Hasanuddin menggelar seminar edukatif bertema “Penerapan Pencatatan Keuangan Sederhana sebagai Upaya Meningkatkan Transparansi dan Kemandirian Usaha Peternak Desa Parumpanai.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa dalam mendorong penguatan kapasitas manajerial masyarakat desa, khususnya pada sektor peternakan.

Seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para peternak mengenai pentingnya pencatatan keuangan sederhana dalam menjalankan usaha.

Dalam praktiknya, masih banyak peternak yang belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga mengalami kesulitan dalam menghitung keuntungan, mengontrol biaya produksi, maupun merencanakan pengembangan usaha ke depan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan konsep pencatatan yang praktis, mudah dipahami, dan dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Tim MKPK Batch V menjelaskan bahwa pencatatan keuangan sederhana dapat dimulai dari pembukuan kas masuk dan kas keluar, pencatatan biaya pakan, obat-obatan, perawatan kandang, hingga hasil penjualan ternak.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya konsistensi dalam mencatat setiap transaksi agar peternak dapat mengetahui posisi keuangan usaha secara berkala. Dengan pencatatan yang rapi, peternak tidak hanya mampu menghitung laba atau rugi, tetapi juga dapat melakukan evaluasi usaha secara lebih terukur.

BACA JUGA:  Sukseskan Kurikulum Merdeka, SMA Ki Hajar Dewantara Makassar Datangkan Pembicara Dosen Komunikasi Unismuh Makassar

Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Ariqah Ma’mur, menyampaikan bahwa pencatatan keuangan merupakan fondasi utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Menurutnya, usaha peternakan tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis dalam memelihara ternak, tetapi juga memerlukan kemampuan manajerial yang baik.

“Pencatatan keuangan sederhana adalah langkah awal untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam usaha. Dengan mengetahui arus kas secara jelas, peternak dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan terencana,” ujarnya.

Kegiatan ini juga disertai dengan sesi praktik langsung, di mana para peternak diberikan contoh format buku kas sederhana yang dapat digunakan secara manual.

Mahasiswa mendampingi peserta dalam melakukan simulasi pencatatan berdasarkan contoh transaksi usaha peternakan, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis tetapi aplikatif.

Seminar tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan perangkat desa. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengelola keuangan usaha, termasuk fluktuasi harga pakan dan penjualan ternak. Melalui forum ini, terbangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan keuangan yang tertib merupakan salah satu kunci peningkatan kesejahteraan peternak.