Ia juga menambahkan bahwa untuk kategori penilaian itu, meliputi administrasi sebesar 10 persen, nilai artikel 30 persen, foto nilai 20 persen dan video dinilai sebesar 40 persen.
“Untuk itu kami mewakili guru, siswa dan orang tua siswa, berharap agar bapak pimpinan baik itu gubernur, kepala dinas dan pengawas pendidikan agar kiranya dapat memberikan motivasi kepada siswa kami, karena kegiatan ini dapat membantu anak kita untuk menguji dirinya agar dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan sampai kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia tidak dapat mempergunakan itu. Maka itu slogan kami yaitu TERUJI LEBIH TERPUJI yaitu dengan proses ujian kita akan mendapatkan penghargaan atau pujian,” tambahnya.
“Melalui ini, saya juga berpesan kepada anak-anak kami, agar terus berkarya. Ini akan menjadi sejarah bagi kalian. Di mana sejarah akan menuliskan bahwa pada tahun 2024 SMAN 4 Makassar terpilih menjadi pemenang sebagai 25 sekolah terbaik untuk Giat UKBI Adaftif Merdeka. Tentu semua yang mendukung, baik itu guru dan siswa akan kami berikan apresiasi,” pungkasnya.
Sekilas Terkait UKBI
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (atau disingkat UKBI) adalah uji kemahiran untuk mengukur kemahiran berbahasa seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia, baik penutur jati maupun penutur asing. UKBI meliputi lima seksi, yaitu Seksi I (Mendengarkan), Seksi II (Merespons Kaidah), Seksi III (Membaca), Seksi IV (Menulis), dan Seksi V (Berbicara) .
UKBI dikembangkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional sejak tahun 1997, sebagai rekomendasi Kongres Bahasa Indonesia ke-III, dan diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pendidikan Nasional, Dr. Bambang Sudibyo pada tahun 2006. Pada masa yang akan datang, uji kemahiran ini akan digunakan sebagai instrumen penerimaan pegawai dan syarat bagi orang asing yang ingin belajar dan bekerja di Indonesia, seperti halnya TOEFL dalam Bahasa Inggris.
UKBI tidak hanya dilaksanakan di Indonesia saja. Di Singapura, Learn Indonesian Asia bekerja sama dengan Kedutaan Indonesia di Singapura melangsungkan UKBI setiap tahunnya, sejak tahun 2016.
UKBI adalah sarana uji untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis. UKBI terdiri atas lima seksi, yaitu Seksi I Mendengarkan, Seksi II Merespons Kaidah, dan Seksi III Membaca, Seksi IV Menulis, dan Seksi V Berbicara yang dilaksanakan secara daring.
Materi Uji
Materi UKBI meliputi empat kemahiran berbahasa, yaitu mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Selain itu, UKBI mengujikan kaidah bahasa Indonesia. Kelima materi tersebut disajikan ke dalam lima seksi pengujian, yaitu Seksi I Mendengarkan, Seksi II Merespons Kaidah, Seksi III Membaca, Seksi IV Menulis, dan Seksi V Berbicara
Predikat
Hasil UKBI peserta uji dipetakan ke dalam tujuh peringkat, yaitu peringkat I–VII; tujuh predikat dari yang tertinggi ke yang terendah, yaitu Istimewa, Sangat Unggul, Unggul, Madya, Semenjana, Marginal, dan Terbatas (Isu Unggul Managitas); dan tujuh rentang skor dari peringkat tertinggi ke terendah dan predikat Istimewa ke Terbatas dideskripsikan sebagai berikut.
1. Istimewa
Skor: 725–800
Predikat ini menunjukkan bahwa peserta uji memiliki kemahiran yang sempurna dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis. Dengan kemahiran ini yang bersangkutan tidak memiliki kendala dalam berkomunikasi untuk keperluan personal, sosial, keprofesian, dan keilmiahan.
2. Sangat Unggul
Skor: 641–724












