“Konferensi kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang untuk menyatukan pandangan dan memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kepentingan guru,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, perubahan kebijakan pendidikan, dan tuntutan peningkatan profesionalisme guru menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Oleh karena itu, PGRI diharapkan memperkuat perannya sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan.
Konkerprov II PGRI Sulsel direncanakan ditutup secara resmi oleh Ketua PGRI Provinsi Sulsel Prof. Hasnawi Haris pada Sabtu (24/10/2026). ***












