NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa KKN Gelombang 114 Universitas Hasanuddin Desa Sawaru, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, menggelar program kerja Sosialisasi QRIS GoPay Merchant di sejumlah toko dan warung milik warga.
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui platform GoPay Merchant kepada pelaku UMKM desa.
Seperti disampaikan penanggungjawab program Aisabella Zelianty Nor kepada NusantaraInsight.com, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/8/2025).
Menurutnya, sosialisasi yang berlangsung pada 29 Juli 2025 lalu ini disambut positif oleh Kepala Desa Sawaru, Abdul Haris, S.Sos., bersama perangkat desa, pelaku usaha lokal, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu membantu pelaku usaha desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembayaran modern.
“Banyak pendatang yang datang ke Desa Sawaru lebih nyaman bertransaksi tanpa uang tunai. Dengan adanya QRIS, warung dan toko warga dapat melayani mereka dengan lebih praktis, aman, dan efisien,” ujar Abdul Haris selaku kepala desa
Pada kegiatan ini, mahasiswa KKN memaparkan manfaat QRIS GoPay Merchant, mulai dari kemudahan menerima pembayaran dari semua e-wallet dan mobile banking, perlindungan dari risiko uang palsu, hingga kemudahan pencatatan transaksi dan pencairan dana ke rekening bank.
Materi juga dilengkapi panduan langkah-langkah pendaftaran, persyaratan dokumen, serta cara penggunaan fitur QRIS Scan dan QRIS Tap.
Sosialisasi berlangsung dengan baik penjelasan dari Aisabella Zelianty Nor selaku mahasiswa KKNT Gel. 114 Inovasi Pengembangan Desa bagaimana \ penggunaan aplikasi GoPay Merchant. Warga tampak antusias, terutama para pemilik warung yang mengaku sering kehilangan kesempatan transaksi karena pelanggan tidak membawa uang tunai.
Sebagai tindak lanjut, pada 11 Agustus 2025 dilakukan penyerahan resmi QRIS kepada toko dan warung yang telah menyelesaikan proses pendaftaran. Penyerahan QRIS dilakukan langsung oleh Aisabella Zelianty Nor selaku penanggung jawab program kerja yang berlangsung ini di masing-masing lokasi usaha warga.
Dengan adanya penerapan QRIS di Desa Sawaru, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pelanggan, serta ikut mendukung program digitalisasi keuangan nasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara merata dan berkelanjutan.
\