Muh Alif Dermawan selaku ketua panita pada kegiatan ini membenarkan bahwa MAPPAKADECENG adalah bukti untuk kita menata diri dan apa yang diperbuat. Seorang pemuda harus memiliki pilihan dan menentukan pilihan itu akan bergerak kemana. Selama literasi masih ada maka disitulah api-api itu kita nyalakan untuk ke-abadi-an, pungkas ketua panitia kegiatan dengan penuh semangat. Dilanjutkan, semoga kita tidak terjebak pada langkah yang diambil oleh kebencian. Biarkan mereka sibuk mencari apa maksud dari tema kali ini. Semoga nalar kritis itu memunculkan tanya untuk melihat dan memaknai dengan penuh kepedulian terhadap pentingnya literasi. Bukankah kegiatan itu dikatakan sukses bilamana dia mampu mengaktifkan nalar kritis orang-orang disekitarnya. Begitulah kiranya artwork Setengah Abad Rumah Buku dalam menjalankan tugasnya sebagai medium alternatif dalam menjangkau segala rupa.
Adapun rangkaian kegiatan dalam kegiatan ini sebagai berikut;
Pameran Arsip dan Dokumentasi
Workshop Zine dan Gelar Zine (Launching)
Diskusi Zine (Duduk Demokrasi)
Pasar Militan Dirgahayu
Lapak Baca Gratis
Mural Perjalanan
Open Mic
Sampai jumpa di kegiatan MAPPAKADECENG teman-teman dan jangan lupa bawah huruf (i) agar melengkapi rasa penasaran yang timbul dari artwork kami kali ini. Mari menjadi abadi bersama literasi.
Support:
Book Merch, Mubin Institute, Siring Bambu, Rumko, Aa Solutions, SSB Batugarumbing, Mammiri Silele, The Panas Dingin, The Cruzh, Rosalia Merch, Anu Gratis, Satu Pena Sulsel, Studio Dua Tellue, Nusantara Insight












