Sepuluh Penulis “Bersekutu” dalam “Koordinat Rasa”

Heny Suhaeny pertama menggebrak dunia literasi di Kota Makassar melalui bukunya “Mimpi yang Tak Dianggap” yang diluncurkan di BSI UKM Center 6 Oktober 2025. Kisah-kisah di dalam buku itu sangat menggugah.

Kali ini, perempuan satu anak ini menyumbang “Jalan Menebar Manfaat” dan “Putih Bersama Takdir” di dalam buku ini.

Heny Suhaeny mengaku, menemukan ‘koordinat rasa’, saat gempa Palu, 28 September 2018. Dia selalu berusaha bagaimana menebarkan manfaatkan kepada masyarakat.

“Ibu RT bisa memperoleh penghasilan dari rumah. Bisa Rp 10 juta per bulan. Bukan produk, tapi tulisan tentang kegiatan,” ujar Heny Suhaeny.

Di dalam “Pulih dengan Takdir”, dia mengungkapkan, segala sesuatu yang pernah melukai dianggap sebagai batu loncatan berprestasi.

“Kejarlah akhiratmu dunia akan mengikutimu,”kuncinya mengutip hadis.

Alifah Nurkhairina, perempuan kelahiran Ujungpandang 25 Februari 1997, menampilkan “Seseorang yang Kusuka” di dalam buku ini. Dia adalah seorang desain grafis pada Travel Haji dan Umrah “Adam Tour” Makassar. Melalui profesi ini, dia merasakan bagaimana memadukan latar belakang pendidikan (Jurusan Pertanian Unhas) dengan hobi.

BACA JUGA:  BAIT BAIT PENA

“Keduanya mampu menghasilkan karya sekaligus rezeki,” tulisnya.
Dr.Dirk Rukka Sandarupa, M.Hum, lulusan akademik dalam Bidang Linguistik dan Atropologi Dosen FIB Unhas. “Jejak Pulang Bermakna”, satu tulisan yang secara singkat bertutur tentang sembilan tahun hidupnya di Negeri Paman Sam yang membuat penasaran.

Dia aktif di bidang pariwisata, melanjutkan aktivitas yang diwariskan ayahnya, Prof.Stanislau Sandarupa, Ph.D., Guru Besar FIB Unhas, yang berpulang beberapa tahun silam.

Dirk sudah menulis dua buku, “Filosofi Tallu Lolona A’pa Tauninna” dan “Life and Death” yang mengeksplorasi filosofi dan kehidupan budaya.

Nasri A.Muhammad Abduh, Pustawakan dan Dosen FIB Unhas, menulis sebuah karya bertajuk “Antara Aku, Buku, dan Guruku”. Lelaki yang sangat memiliki perhatian sebagai pecinta ilmu pengetahuan perpustakaan, studi komunikasi, pendidikan bahasa Inggris, dan Linguistik ini sangat terinspirasi mendalam pada filosofi pembelajaran dan budaya membaca.

”Perjalananku sebagai pelajar, pustakawan, dan pecinta ilmu seumur hidup telah dibentuk oleh dua sosok guru besar — Dr. Sutrisno Muhammad Romadhan, M.M., M.Si., dan Prof. Noer Jihad Saleh, M.A. Bimbingannya terus menerangi langkahku. Di antara aku, buku, dan guruku, aku menemukan, bukan saja pengetahuan, melainkan juga makna,” tulis Nasri A.Muhammad Abduh pada halaman 128 “Koordinat Rasa”.

BACA JUGA:  El Canal de Paloma : Paloma Ruiz de Almodovar Rivas

Yudhistira Sukatanya (Edy Thamrin) menutup acara peluncuran buku yang dilakukan Kepala Perpustakaan Kota Makassar diwakili Tulus Wulanjani, S.Sos. dan dihadiri Kepala BSI Tamrin Idris dengan mengatakan, kita bisa menulis dengan bantuan “artificial intelligence” (AI) — kecerdasan buatan.
“Jika sudah mentok, gunakan AI,” saran Yudhistira.