Sejumlah Seniman Matangkan Rencana Penyelenggaraan Makassar Arts Forum

Sutradara teater dan sastrawan Yudhistira Sukatanya, meyakini dan optimis bahwa teman-teman seniman punya banyak pengalaman soal kemasan acara. Dia lalu mengusulkan ada semacam pra event, bukan saja untuk menampilkan pertunjukan tetapi juga mengoperasionalkan nilai-nilai.

Ada sejumlah seniman dan pegiat kesenian hadir dalam pertemuan yang dipandu Andri Prakarsa itu.

Mereka antara lain Djamal April Kalam, Kasmuddin “Ale Deep”, Nur Arbiansyah, Agung Lazim, AH Rimba, Muhlis Lugis, Maskur Daeng Esa, Yudi Suyudi, Siswadi Abustam, Agus Linting, Bahar Merdhu, Sukma R Sillanan, Aco Brown, Ardi Jk, Wildan, dan Rusdin Tompo.

Mereka bersepakat akan memperkuat jejaring dalam sebuah kerja kolaboratif.

Peserta urun rembuk memberi masukan agar Makassar Arts Forum menjadi event dengan ciri khas yang kuat, berbeda dengan program kegiatan yang sudah ada. Mereka bertekad untuk membenahi manajemen pertunjukan agar lebih profesional.

Namun aspek story telling dari perhelatan Makassar Arts Forum juga penting untuk dinarasikan, baik sebagai edukasi, publikasi, maupun bagian dari gerakan literasi.

Meski pertemuan berlangsung santai tetapi gagasan-gagasan bernas dikemukakan. Tujuannya, bukan semata untuk kemajuan kesenian, melainkan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat guna menghidupkan komunitas-komunitas seni budaya di kelurahan dan kecamatan.

BACA JUGA:  Kembali Melapak dan Nobar Film Documentary Keluarga Berkuasa

Harapannya, pra event ini berlangsung di komunitas-komunitas tersebut, sehingga kelak menjadi kampung seni, kampung budaya, kampung wisata, kampung literasi dan sebagainya.

Jadi bila digelar event Makassar Arts Forum, maka tur bisa dilakukan di sana untuk napak tilas sejarah, pembelajaran, maupun menghadirkan pengalaman unik dan berkesan bagi peserta dan pengunjung.

“Kota Makassar ini meski urban tetapi berkarakter budaya lokal, yang mesti terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Andri Prakarsa. (*)