Rusdin Tompo “Ana Makassar Basar di Ambon” Bukan Carita Batu Badaong di Museum Kota

NusantaraInsight, Makassar — Rusdin Tompo “Ana Makassar Basar di Ambon” berbicara di Museum Kota Makassar, Senin, 22 Desember 2025.

Rusdin Tompo menceritakan sekelumit kisah dirinya rentang tahun 1970-an hingga tahun 1980-an atau Carita Batu Badaong kata orang Ambon (bicara kisah lalu) menunggu dimulainya acara Soft Launching Buku “Ana Makassar Basar di Ambon”

Rusdin Tompo yang meninggalkan Ambon tahun 1987 untuk melanjutkan pendidikan di Makassar.

15 foto yang ditampilkan oleh sebelas bersaudara ini, semua meninggalkan sejarah panjang kehidupan Koordinator Satupena Sulsel ini.

Putra pasangan Tata daeng Tompo dan Ke’na daeng Bollo ini menceritakan awal kisah keluarganya meninggalkan Makassar karena tanahnya yang dikuasai oleh orang lain.

“Karena tak ingin berkonflik akhirnya ayah kami membawa kami pindah ke Ambon,” ungkapnya.

Rusdin Tompo kemudian menceritakan secara detail tentang foto-foto yang dipajang satu persatu, baik itu waktu dirinya bersekolah, orang tua dan juga kegiatan selama di Ambon.

Momen sedih tersampaikan, ketika Rusdin Tompo menyampaikan rasa syukurnya karena foto kedua orangtuanya dapat dipajang di Museum Kota Makassar.

BACA JUGA:  Owner Shean Beauty, Heny Suhaeny, Akan Launching & Bincang Buku "Mimpi yang Tak Dianggap"

“Sejak semalam saya sudah menangis karena tak pernah terpikirkan sebelumnya, saya dapat memajang foto kedua orang saya di Museum Kota Makassar,” sampainya terisak.

“Ini yang membuat saya menangis, karena ini merupakan rasa bangga saya dan persembahan saya kepada orang tua saya,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya yang berkiprah di kota Makassar, tak lepas dari didikannya selama di Ambon.

“Semua yang saya lakukan di Makassar adalah hasil dari didikan selama berada di kota Ambon,” pungkasnya