Pensiun
Karya: Aspar Paturusi
setiap hari kau rawat bunga-bunga
sahabat segar di sisa-sisa usia
ternyata hari tuamu tak sepi
walau uang pensiun tak mencukupi
kau bangga sempat jadi pegawai negeri
tak ada keluh pada tarikan napasmu
kau jalani garis takdir selama ini
buat bisa senyum bukan besarnya gaji
kau hanya tahu kerja harus memberi
itulah tekad saat mengucapkan sumpah
wangi bunga menyegarkan hidupmu
angin lembut menyentuh wajahmu
masa pensiun ternyata indah
tak ingat lagi pada gaji rendah
Jakarta, 27 Januari 2011












