Sedangkan Deklamator Nasional Boyke Sulaiman-yang punya vokal lantang- membacakan sajak berjudul “Catatan Tahun 1940” , ia juga tampil baca puisi sebanyak dua kali.
Generasi muda berikutnya Aditya Nugraha mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) begitu bagus dan menjiwai ketika.membacakan sajak almarhum Joko Pinurbo yang bercerita tentang peristiwa kerusuhan di Jakarta bln Mei tahun 1998 lalu.
Nasya Indar, mahasiswi dari Universitas Indonesia (UI)-sering juga tampil baca puisi di Taman Ismail Marzuki- membacakan sajak karya Taufik Ismail berjudul “Buku Tamu Museum Perjuangan”.
Dilanjutkan dengan Ida Paulina membacakan sajak “Keteguhan Sang Garuda” karya Pujangga Chairil Anwar.
Deklamator Nasional yang terakhir yaitu Exan Zen membacakan sajak berjudul “Surabaya” karya Mustofa Bisri.
Acara panggung perjuangan pahlawan sastra merah putih bersama deklamator nasional dan mahasiswa UNJ serta UI ini juga menghadirkan musikalisasi puisi dari Bengkel Sastra dan Zatchestra dengan MC.Reina Putri Ananda.
Sementara itu Ketua Taman Inspirasi Sastra (TISI) Octavianus Masheka (Bung Octa) di Jakarta, Jumat pagi (15/11/2024) menambahkan acara panggung pahlawan sastra merah putih bersama deklamator nasional dan.mahasiswa UI serta UNJ ini akan dilanjutkan di area bersejarah ‘kota tua’ pada Sabtu, 23 November 2024 mulai pukul 15.30 WIB.
“Rangkaian acara ini akan berlanjut di area kota tua dengan tema yang sama, tetapi pengisi acara yang berbeda serta ganti formasi.Kita tetap sinergitas dengan generasi muda.Artinya kami dari generasi tua yang sudah senior akan menyampaikan syiar
karya sastra dengan tujuannya ke depannya generasi milenial atau Gen Z makin tertarik pada dunia kesusasteraan Indonesia, ini visi dan misi dari TISI.Memasyarakatkan sastra dan mensasterakan masyarakat,” pungkasnya.(***)
Kontributor : Lasman Simanjuntak












