Palestina, Aku Datang!

Palestina,
Aku datang
Karena kau bukan sekadar nama
Tapi rumah
Bagi nurani yang terus mencari jalan pulang
Dalam zaman yang semakin buta
Pada derita saudara sendiri.

Palestina…
Tunggulah aku dalam doamu
Karena aku tak akan berhenti melangkah
Menuju dirimu
Hingga kemenangan
Menjadi milikmu
Dan tangismu berganti tawa.

Palestina,
Aku datang…
Walau langkahku tertatih dalam batas dan birokrasi
Walau tembok-tembok raksasa mencoba menghalangi
Tapi jiwaku tak bisa dibendung
Karena cinta tak pernah bisa disekat kawat berduri.
Aku datang membawa suara-suara
Dari kampus-kampus, dari jalanan kota
Dari mereka yang tak sanggup tinggal diam
Melihat jenazah anak kecil digotong oleh ayah
Melihat ibu yang menggali tanah
Untuk memakamkan anaknya sendiri
Dengan tangan kosong—dan dada yang patah.

Palestina,
Aku datang mewakili mereka yang belum bisa
Mereka yang berpuasa demi solidaritas
Mereka yang menyumbang meski tak kaya
Mereka yang setiap malam
Mengulang-ulang namamu dalam zikir
Mereka yang tak punya kuasa
Tapi mengutuk penjajahan dengan sepenuh jiwa.

BACA JUGA:  Dende Tamari: Perlawanan, Tragedi, dan Keberanian Perempuan

Dan jika esok ragaku tak sampai,
Biarlah puisiku menjadi saksi
Bahwa aku pernah mencintaimu
Tanpa syarat, tanpa pamrih
Bahwa aku pernah berdiri
Di pihakmu
Di sisi keadilan yang tertindas
Dalam zaman yang sering salah memilih pemenang.

Palestina,
Aku datang…
Dan aku tak akan pergi
Sampai Allah mengembalikan hakmu
Dan langitmu kembali tenang

3Juli2025