Palestina, Aku Datang!

Oleh Aslam Katutu

(Sebuah puisi panjang menyemarakkan Indonesia Peace Convoy – Road to Freedom For Palestina, di Makassar Jumat 4 Juli 2025)

Palestina,
Aku datang membawa rinduku
Yang lama kubungkam dalam doa-doa malam
Dalam isak lirih sajadah sepi
Di antara denting air mata yang tak henti menetes
Sejak kupandangi wajahmu dari layar yang dingin
Sejak kulihat luka itu—menganga
Dan tak ada yang menjahitnya,
Selain harapan yang kau titipkan pada langit.

Aku datang, Palestina
Bukan sebagai pahlawan
Bukan pula sebagai penentu takdir
Aku hanya datang sebagai saudara
Yang masih punya hati
Yang masih tahu pedih
Yang tak rela bumi suci ini
Dicabik tanpa ampun oleh keangkuhan serdadu Zionis

Langkahku mungkin ringan
Tapi niatku seberat nyawa yang dikorbankan
Di jalan-jalan reruntuhan itu,
Di antara rerak roti yang tak sempat dibagi,
Di tangan mungil anak-anak Gaza
Yang menggenggam batu lebih erat dari mainan
Yang tak lagi mengenal damai
Karena dentuman lebih cepat diajarkan
Daripada senandung nina bobo.

BACA JUGA:  DOA MENEMBUS LANGIT

Palestina,
Aku datang bukan membawa senjata
Tapi kata,
Tapi cinta,
Tapi suara dari bumi yang jauh
Yang selama ini hanya bisa berteriak
Lewat status, tulisan, Narasi, unggahan, dan bait puisi.

Kini,
Aku ingin menulismu di tanahmu sendiri
Merekam sunyimu yang tak pernah benar-benar sunyi
Menangkap cahaya yang masih berani tinggal
Di matamu yang redup namun membara.

Palestina,
Aku tahu luka tak bisa sembuh dengan cepat
Dan air mata tak bisa dikeringkan hanya dengan simpati
Tapi izinkan aku menjadi saksi
Bahwa kau masih ada
Bahwa kau masih kuat
Bahwa kau masih berjuang,
Di balik tirani yang terus mematahkan siang.

Aku datang, Palestina
Lewat lorong-lorong doa yang panjang
Lewat suara-suara yang tak didengar
Lewat tangan-tangan yang menulis dan mengabarkan
Bahwa penjajahan tak pernah benar
Dan darah yang mengalir di tanahmu
Akan menjadi saksi bagi sejarah yang tak bisa diputar ulang.

Aku datang
Karena aku manusia
Karena aku punya hati
Karena aku tak mampu menutup mata
Sementara anakmu ditimpa puing
Sementara ibumu memeluk jenazah
Sementara masjidmu dibakar
Sementara syahadatmu dihina
Sementara langitmu dipenuhi pesawat
Yang tak membawa hujan,
Melainkan api dan besi panas yang membunuh subuh-subuhmu.

BACA JUGA:  Ada Apa "Sang Karaeng di IGD" Bikin Heboh

Palestina,
Aku datang,
Walau tubuhku mungkin belum sampai
Tapi jiwaku telah melangkah lebih dulu
Dengan bendera di dada
Dan kiblat di hati
Dengan tangis yang tak malu
Dan cinta yang tak ragu.

Palestina,
Aku tak menjanjikan kemenangan
Aku hanya menjanjikan keberpihakan
Bahwa jika dunia memilih diam,
Aku akan bersuara
Bahwa jika dunia memilih lupa,
Aku akan mengingat
Bahwa jika dunia memilih tunduk pada kekuasaan,
Aku memilih sujud pada kebenaran.