NusantaraInsight, Balikpapan — Getaran seni rupa Indonesia kembali bergelora di Balikpapan Creative Center mulai tanggal 3 hingga 9 November 2025. Setelah sukses dengan berbagai pameran besar di kota-kota besar Pulau Jawa, kini Kalimantan Timur mendapat kehormatan menjadi tuan rumah bagi ajang seni rupa berskala nasional.
Pameran bertajuk “Nusantara Bersolek” ini akan diramaikan oleh para perupa dari berbagai penjuru Indonesia. Secara khusus, Makassar akan diwakili oleh dua seniman berbakat, Achmad Fauzi dan Jenry Pasassan, yang akan memamerkan karya-karya terbaik mereka.
Achmad Fauzi menampilkan lukisan berjudul ‘Alegori Ininnawa’, sementara Jenry Pasassan akan menghadirkan karya berjudul ‘Vibrasi #2’. Kedua karya ini diharapkan dapat memukau para pengunjung dengan keunikan dan kedalaman maknanya.
Pameran nasional ini diinisiasi oleh Lembaga Perupa Kalimantan Timur (LPK) dan menjadi ajang pertemuan penting bagi para perupa dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Makassar, Palu, hingga Sulawesi Barat.
Surya Darma, kurator pameran, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah representasi keberagaman seni rupa Indonesia. “Pameran Nusantara Bersolek adalah perayaan atas kekayaan tradisi dan kearifan lokal bangsa Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap daerah memiliki karakter dan bahasa visual yang unik, yang tercermin dalam 40 karya yang dipamerkan.
Tema “bersolek” dipilih untuk menggambarkan semangat para perupa dalam menampilkan wajah Indonesia yang elok dan penuh warna, baik secara visual maupun spiritual. “Kami ingin mengajak publik untuk tidak hanya melihat keindahan rupa, tetapi juga menelusuri perjalanan spiritual di balik setiap goresan,” jelas Surya.
Ajang Silaturahmi dan Edukasi Seni
Pameran Nusantara Bersolek tidak hanya menampilkan lukisan, tetapi juga fotografi, patung, instalasi, dan karya eksperimental. Setiap karya memuat gagasan tentang hubungan manusia, alam, dan budaya dalam konteks kekinian.
Achmad Fauzi, salah satu peserta asal Makassar, sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, pameran ini penting untuk merawat semangat berkarya, saling belajar, menemukan ide kreatif, dan berkolaborasi. “Ini bukan sekadar pameran, tapi ajang silaturahmi antar perupa. Kami bisa saling mengenal, saling belajar, dan membuka ruang kerja sama di masa depan,” katanya.
Selain pameran seni, acara ini juga akan diisi dengan diskusi, lokakarya seni, dan art talk yang melibatkan kurator, seniman, serta pelajar seni dari berbagai kampus. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga wadah edukasi dan pertumbuhan ekosistem seni di daerah.












