Sementara itu, penyair Halimah Munawir sendiri menyatakan puisi merupakan media edukatif yang mampu menjangkau kesadaran publik lebih mendalam dibanding laporan teknokratis.
“Jadi, puisi yang saya baca bertajuk ‘Diam Sangat Menyakitkan’ ini tak hanya sekadar karya sastra, tetapi merupakan bentuk karya sastra yang merupakan dokumen perlawanan moral terhadap kejahatan ekologis,” ucapnya usai membacakan puisinya.
Penyair, Sastrawan Halimah Munawir lahir di Cirebon pada 18 Januari 1964. Ia gemar menulis sejak SMA hingga kini.
“Saya aktif di berbagai komunitas sastra dan budaya nasional,” ucapnya.
Halimah juga menulis beberapa novel penting antara lain, The Sinden, Sucinya Cinta Sungai Gangga, Kidung Volendam, PADMI, hingga Bayi Merapi.
Sebagai Penyair dan Sastrawan, Halimah Munawir sangat dikenal konsisten mengangkat isu kemanusiaan, spiritual, dan keadilan sosial.
Demikian kutipan yang diperoleh dari laporan liputan oleh Penyair Anto Narasoma (Palembang), dan telah disampaikan di sebuah komunitas WA Group Sastra, Minggu, 28 Desember 2025.(***)
Kontributor : Lasman Simanjuntak












